Cegah alergi


Meski di rumah saja, saya tetap merasa bersyukur. Karena nyatanya, bisa eksis dan meng-upgrade ilmu mengenai berbagai hal. Contohnya saja mengikuti Kuliah WhatsApp “Expert Kulwap Nutriclub” ini.

Topik yang diangkat adalah mengenai alergi. Dalam postingan ini, saya menuliskan Rangkuman Kuliah Whatsapp: 5 Langkah Cegah Alergi Si Kecil di Rumah


Pematerinya dr. Nurul Iman Nilam Sari, SpA (Dokter anak yang memiliki _concern_ mengenai alergi pada si kecil untuk berbagi _parenting hacks_, _Consultant_ Imonologi Anak).

Kulwap dilaksanakan pada Minggu, 28 Juni 2020 pukul 15.00-16.00 WIB. Dipandu oleh Fitrawan Y. Anjar (Admin _Expert_ KulWap Nutriclub).

Berikut rangkumannya:

Alergi adalah suatu reaksi sistem kekebalan tubuh yang berlebihan.

Penyebab Alergi disebut Alergen yakni zat yang dapat memicu terjadinya alergi. Dapat berupa:
1. Alergen Hirupan
Asap kendaraan bermotor, asap rokok, asap pembakaran sampah, pengharum ruangan, kosmetik, obat nyamuk, serbuk tanaman, tungau/debu rumah, dll.

2. Alergen Makanan (melalui saluran cerna)
Susu sapi, kacang-kacangan, makanan laut, gandum, telur, dll.

3. Alergen kontak kulit
Bulu hewan, serbuk sari tanaman, tungau atau debu di rumah, dll.

4. Alergen masuk ke dalam darah melalui suntikan.

Gejala Alergi:
1. Kulit kering, kemerahan dan gatal berulang. Biasanya di sekitar pipi, leher, telinga, mata, lipatan siku, belakang lutut dan pergelangan kaki.
2. Suara nafas terdengar seperti siulan berulang.
3. Hidung berair, gatal dan beresin berulang biarpun tidak sedang flu.
4. Batuk kering di malam hari biarpun tidak sedang infeksi paru.

Alergi merupakan salah satu penyakit yang dapat diturunkan (genetik). Pada umumnya timbul pada anak yang memiliki bakat alergi. Gejalanya seperti gatal, kemerahan di kulit, nafas bunyi, batuk dan hidung berair meski tidak sedang flu. Alergi bisa dicegah dengan cara mengetahui besaran risiko (lakukan tes Allergy Risk Screener by Nutriclub), konsultasi ke dr. Anak, berikan ASI, menghindari berbagai bentuk Alergen (zat pemicu alergi), sinar matahari, dan mendukung daya tahan tubuh dengan *Nutrisi Sinbiotik*.

Cara mencegah alergi:
1. Cari tahu besaran risiko
60-80% jika orang tua memiliki manifestasi sama.
40-60% jika kedua orang tua memiliki riwayat alergi.
25-35% jika saudara kandung memiliki riwayat akergi.
20-30% jika salah satu orang tua 
memiliki riwayat alergi.
5-15% jika kedua orang tua tidak memiliki riwayat alergi, namun memiliki riwayat infeksi berulang, kebersihan lingkungan, kualitas udara di lingkungan tempat tinggal, serta pola makan.

2. Konsultasi ke Dokter anak
Lakukan tes Allergy Risk Screener by Nutriclub untuk mengetahui risiko alergi si Kecil, di 
https://old.nutriclub.co.id/allergy-risk-screener

Hasil tes ini dapat dibawa ke Dokter untuk berkonsultasi lebih lanjut, guna mencari tahu tindakan pencegahan yang tepat dan saran nutrisi yang memadai.

3. Berikan ASI
Beberapa studi menyebutkan bahwa ASI mengandung berbagai macam antibodi. Namun jika ibu tidak dapat memberikan ASI karena faktor tertentu, ada baiknya berkonsultasi ke dr. Anak tentang nutrisi yang tepat bagi pencegahan alergi si kecil.

4. Menghindari berbagai bentuk Alergen
5. Berjemur di bawah sinar matahari pagi
6. Dukung daya tahan tubuh dengan *Nutrisi Sinbiotik*

Inovasi advanced sinbiotik
Adalah kombinasi prebiotik seperti FOS GOS dan probiotik seperti B.breve dengan komposisi seimbang yang bekerja secara sinergis untuk mendukung sistem imun dalam menurunkan risiko alergi si Kecil. Kombinasi sinbiotik dilidukung oleh Inovasi Advanced di bidang Alergi dan Imunologi. Telah melalui 120 tahun penelitian nutrisi, 40 tahun inovasi dan 600 publikasi, terbukti klinis mampu menurunkan risiko sensitivitas/alergi pada si kecil.

Prebiotik Fos Gos adalah mikroorganisme hidup yang bermanfaat dan berperan dalam meningkatkan pertahanan tubuh yang khas untuk setiap jenisnya.

- Makanan bakteri baik untuk keseimbangan mikrobiota saluran cerna
- Prebiotik direkomendasikan badan internasional untuk pencegahan alergi
- Didukung bukti penelitian klinis pada lebih dari 1000 subjek

Probiotik B.breve adalah serat tumbuhan yang berperan sebagai makanan organisme baik dalam pencernaan ataupun probiotik.

-Bakteri baik secara alami terdapat di saluran cerna
-Mendukung daya tahan tubuh dalam pencegahan alergi
- Terbukti aman untuk anak




Salah satu produk dengan Sinbiotik adalah NUTRILON ROYAL PROSYNEO

Formula terbaik di kelasnya (100% protein whey terhidrolisa parsial, sinbiotik yang dipatenkan, mengandung omega 3 dan 6). Dengan inovasi Advanced SINBIOTIK SYNEO untuk cegah risiko sensitivitas si kecil.

Kelebihan lainnya Nutrilon Royal Prosyneo:
- Kombinasi spesial FOS GOS dan B.breve yang dipatenkan.
- Memiliki sensitivitas lebih rendah dan mudah dicerna
- Mendukung kemampuan berpikir
- Mendukung fungsi daya tahan tubuh
- Membantu pertumbuhan optimal.

Selain itu, berikut keunggulan Nutrilon Royal Prosyneo untuk si Kecil dengan riwayat sensitivitas:
đź’§Diformulasikan oleh Nutricia dengan pengalaman >40 tahun riset di bidang imunologi
đź’§Pertama dan satu-satunya formula terhidrolisa parsial (PHP) dengan sinbiotik yang dipatenkan
đź’§Bagian dari inovasi global di >15 negara

Kesimpulan dr. Nurul Iman Nilam Sari, SpA dari beberapa pertanyaan dari form pertanyaan:

- alergi pada si kecil apakah bisa sembuh ketika besar? 
- sampai kapan mama harus berhenti makan udang jika si kecil mengalami tanda-tanda alergi udang, kemudian tanda-tanda si kecil alergi susu formula itu seperti apa sih dok?
- Apakah tes alergi bisa mendeteksi seluruh jenis alergi pada anak?
- Jika si kecil alergi ikan laut dan dia masih minum ASI, apakah ibu juga tidak boleh mengkonsumsi ikan laut?
-Apakah alergi bisa dihindari sejak bayi dalam kandungan, misalnya ibu harus mengkonsumsi makanan tertentu saat hamil?

Seiring bertambahnya usia, kekebalan tubuh semakin sempurna, si Kecil akan toleran terhadap berbagai alergen.
 

Bila setelah makan udang kemudian timbul kemerahan, bisa alergi, bisa juga tidak. Udang yang disimpan lama hingga diawetkan membuat protein pada udang menjadi terurai. Proteinnya banyak mengandung asam amino yaitu asam amino histidin, yang merupakan bahan pembentuk histamine. Histamine merupakan zat yang dikeluarkan tubuh pada reaksi alergi, jadi akan timbul reaksi seperti alergi walaupun tidak alergi udang. Jadi, bila ingin mengonsumsi udang, pilihlah yang segar ya.

tanda si kecil alergi susu formula bisa tanda di saluran napas berupa rinitis, asma. Di saluran pencernaan muntah, bab berdarah, diare, sembelit, nyeri perut. Di kulit kemerahan, dermatitis atopik, biduran / urtikaria. 

Pada saat tes Alergi, tidak semua bisa diketahui. Hanya alergen tertentu saja.
 

Bila memang terbukti alergi ikan laut dan bila mama coba konsumsi ternyata menimbulkan gejala. Boleh stop konsumsi ikan laut sementara saja ya, untuk kemudian tetap coba diberikan 6 bulan kemudian.

Dalam beberapa penelitian, ibu yang mengonsumsi sinbiotik sejak awal kehamilan dapat mengurangi angka kejadian alergi pada bayi.

24 Komentar

  1. Terimakasih ilmunya. Saat iniz justru saya yg ditengarai memiliki alergi, setelah hampir tiga bulan, wajah dan badan mengalami gatal gatal. Semoga sehat semuanya, terimakasih sekali lagi informasinya

    BalasHapus
  2. Punya anak2 berbakat alergi memang kadang ngeri2 sedap, ya. Namun dengan penanganan yang tepat serta gizi yang baik insyaallah mereda.

    BalasHapus
  3. Anak saya yang no 2 mbak yang memiliki alergi, biasanya kalau musim dingin dia akan bentol2, gatal. Keren ini bebelac meluncurkan produk susu yang bisa mengatasi alergi si kecil.

    BalasHapus
  4. wah baca artikel ini saya jadi paham tentang jenis-jenis alergi, ternyata saya alergi hirupan, beberapa makanan, dan alergi kotak kulit. baca ciri-cirinya persis banget mba dan makin paham kalau ini adalah alergi karena saya ga pernah check ke dokter, terima kasih sharingnya, saya izin bookmark ya mba

    BalasHapus
  5. Wow, anak sy yg bungsu wkt bayi sering banget alergi di kulitnya, setelah konsultasi ke dokter katanya berasal dr ayah ibunya. Hampir enggak percaya sih krn sy dan suami enggak ada alergi. Tapi beliau sarankan minimum ASI yg byk sprti yg Mbak tulis itu, alhamdulillah sih skrg enggak pernah alergi lagi.

    BalasHapus
  6. Wah baru tahu. Sekalipun sekeluarga gak ada riwayat alergi ini info yang baru buat saya. Tq

    BalasHapus
  7. Senang ya mbak bisa menambah ilmu dari rumah. Jadi tahu lebih banyak soal alergi nih. Thanks ya mba

    BalasHapus
  8. Aku sendiri bukan tipe orang yang gampang alergi jadi kurang tahu juga cara mengatasi dan menghindari alergi. Dan aku juga belum ada anak hehe. Tapi infonya ini bermanfaat ini buat bekal lain waktu kalau ada keluarga yang alergi

    BalasHapus
  9. aku udah tau sih mba dari kecil itu alergi coklat sama seafood, tapi makin dewasa, entah kenapa baik2 aja makan coklat sama seafood hehe

    BalasHapus
  10. Kami sekeluarga alergi, saya, suami dan anak2. Makanya hati-hati banget pilih asupan dan juga benar-benar jaga kebersihan. Karena rumah berdebu sedikit, langsung batuk dan gatal-gatal biasanya.:(

    BalasHapus
  11. Wah alergi itu ternyata banyak jenisnya ya mbak...salah satu susu soya nutrilon ini ya bisa mencegah alergi?

    BalasHapus
  12. Artikel ini bermanfaat banget bagi para orang tua yang punya anak alergi. Dulu anak saya yang pertama sempat alergi sufor (nggak full ASI) yang menyebabkan dia kolik. Setelah sufornya distop dan full ASI pun masih alergi sampai saya puasa seafood dan ayam. Baru setelah 6 bulan alerginya perlahan berkurang.

    BalasHapus
  13. Artikel ini bermanfaat banget untuk para orang tua yang anaknya alergi. Dengan pengetahuan dan penanganan yang tepat, alergi anak bisa berkurang sampai sembuh betul.

    BalasHapus
  14. Artikelnya sangat bermanfaat. Saya sudah lima tahun alergi tapi belum tahu terhadap apa. Gatal2 di seluruh tubuh hilang timbul.
    Bisakah, seseorang yang sebelumnya tidak alergi, sekarang alerg?

    BalasHapus
  15. alergi ini emang salah satu yg ditakutkan juga ya, pasalnya ini berulang dan ganggu banget, kasihan kan anak garuk-garuk mulu atau bersin-bersin terus kalau sedang kambuh alerginya.

    BalasHapus
  16. Wah akhirnya ada sharing tentang cara mencegah alergi pada anak juga, jadi tau cara nanganinnya deh, terimakasih mbak..

    BalasHapus
  17. Suamiku itu punya banyak sekali alergi. Makan nggak bener dikit udah gatel-gatel. Sempet khawatir waktu pertama kali nenenin Ghazy. Haruskah saya menghindari aneka rupa makanan? Nanti kalau Ghazy makan, haruskah saya menghindari makanan-makanan yang mengandung alergen?

    Tulisan ini amat sangat membantu mbak. Saya jadi punya gambaran tentang apa yang harus saya lakukan. Terima kasih mbak

    BalasHapus
  18. wah aku jadi baru tau macam2 alergi ya ternyata beda jenis beda pencetus ya mbak...makasih banyak sharingnya

    BalasHapus
  19. Inovasi Advance sinbiotik ini bs juga buat mengatasi alergi pada anak ya Mbak, selain cara² yg telah dijelaskan di atas, salah satunya dg memberikan ASI pada bayi.

    BalasHapus
  20. Kalau untuk anak- anak pasti nggak nyaman dia alergi ya. Daku aja yang udah besar kalau alergi karena dingin nggak tenang jadinya

    BalasHapus
  21. Cara yang paling tepat mengetahui penyebab dn jenis alergi adalah dengan memeriksakan diri ke dokter ya, tidak hanya cukup dengan dugaan atau pernyataan kayaknya.. kayaknyaa..

    BalasHapus
  22. Sejauh ini 3 anak saya nggak pernah alergi. Cuman yang saya masih belum paham, kadang-kadang nih badannya bentol-bentol gitu, tapi nanti hilang sendiri. Munculnya juga lama. misalkans etahun sekali atau mungkin 6 bulan sekali. Tapi suami saya punya bawaan alergi ini, pernah bentol sampai 3 hari, nggak tahu apa penyebabnya. Tapi setelah ke SPKK hingga hari ini nggak pernah muncul lagi.

    BalasHapus
  23. Berat banget kalau punya anak ada alergi. Apalagi saya dan suami sama-sama punya alergi. Otomatis anak-anak jadi lebih berisiko tinggi juga untuk punya alergi. Kalau ingat tahun-tahun yang udah lewat, pindah-pindah rumah sakit demi konsultasi ke dokter, selelah itu. Bisa juga nih pakai Inovasi Advance sinbiotik untuk mengatasi alergi.

    BalasHapus
  24. Alhamdulillah, keempat anakku tidak mengalami gejala alergi apa pun. Qadarallah, malah si bungsu yang alergian. Jadinya, saya harus lebih berhati-hati dalam menyajikan menu untuk si bungsu.

    BalasHapus

Silakan berkomentar dengan baik dan bijak. Terima kasih sudah mampir dan meninggalkan jejak 🤗