Aplikasi let's read


Membaca adalah hal yang menyenangkan. Pemahaman yang sejak kecil berusaha saya tanamkan pada anak-anak.  Oleh karenanya, berbagai cara saya lakukan untuk menumbuhkan minat baca anak. Tentu dengan sesuatu yang menarik dan tidak membosankan. Let's read! Mulai dengan Bermain & Bahagia.


Saya punya empat orang anak. Si sulung kelas 5 SD, anak kedua kelas 2 SD, yang ketiga masih TK B, usianya enam tahun 10 bulan, dan sudah lancar membaca sejak usia enam tahun. Sementara yang bungsu baru berusia enam bulan.

Ketiga anak saya sudah pandai membaca sejak usia enam tahun. Karena memang saya targetkan sebelum masuk SD, mereka harus bisa membaca. Dengan catatan, tidak ada paksaan saat proses pembelajarannya dan masuk SD pada usia matang. Dunia anak harus bahagia.

Saya pernah menjadi guru les membaca. Saat itu diwajibkan mengikuti pelatihan khusus selama beberapa hari. Saya sempat mengajar juga. Namun sejak menikah lebih memprioritaskan anak dan memilih berhenti mengajar.

Ada beberapa poin yang dapat saya terapkan dari hasil pelatihan guru les membaca tersebut. Suatu ilmu yang sangat bermanfaat dan tak usang oleh waktu.

Pada postingan kali ini, saya ingin berbagi pengalaman pribadi saya, dalam menumbuhkan minat baca anak. Lalu mengapa saya membahas tentang belajar membaca? Karena belajar membaca dengan metode yang menyenangkan, berpengaruh besar pada tumbuhnya minat baca anak.

Mungkin pada awalnya, anak harus 'dipaksa' dan dibiasakan membaca. Tapi setelah hanyut dalam bacaan, mendapatkan ilmu pengetahuan baru, menemukan fakta-fakta unik, bahkan ikut sedih dan bahagia ketika membaca sebuah cerita, saat itu lah membaca menjadi menyenangkan.

'Dipaksa' dalam versi saya adalah menstimulasi dan memotivasi mereka untuk membaca dan menikmati bacaan mereka. Berikut saya jelaskan langkah-langkahnya:

Pertama, sejak bayi saya sudah memperkenalkan mereka pada buku. Saya belikan buku khusus bayi. Buku bantal atau soft book namanya. Saya beli yang paling biasa, terkait dengan harga. Kalau Bunda punya budget cukup, lebih saya sarankan membeli soft book yang bisa sekaligus berkreatifitas. Memiliki pola 3D dan tekstur halus kasar, misalnya. Tentu akan lebih menarik bagi bayi dan balita. Dan yang pasti aman. Bisa dipeluk, dijadikan bantal, ditindihi, dimainkan dan sebagainya.


Let's read app


Saya bacakan buku ini saat bermain atau mengasuh mereka. Sambil berbicara ini dan itu mengenai isi buku tersebut. Tidak hanya menumbuhkan minat baca, dengan begini juga dapat menumbuhkan ikatan dan kedekatan batin antara ibu dan anak.

Pada intinya, kenalkan anak pada buku sedini mungkin. Dekatkan, akrabkan mereka pada keberadaannya.

Kedua, mulai menstimulasi mereka agar mau belajar membaca. Di sini saya menggunakan ilmu mengajar membaca yang pernah saya pelajari. Poin yang saya terapkan dalam belajar membaca, bagi anak usia dini adalah:

1. Jangan memaksa anak untuk duduk diam memerhatikan penjelasan belajar membaca. Tapi buat mereka tertarik, sehingga mau melihat apa yang kita jelaskan.

2. Gunakan media berwarna. Termasuk pada huruf yang diajarkan. Bisa juga diselingi dengan mewarnai dan story telling.

3. Gunakan lagu sebagai penunjang daya tangkap dan daya ingat mereka terhadap apa yang dipelajari.

4. Beri pujian dengan ciuman, pelukan dan kata-kata positif yang mampu membangkitkan rasa percaya diri mereka.

5. Jangan menargetkan pembelajaran membaca terlalu muluk. Yang ada kita stres, anak stres. Saya biasanya hanya menargetkan 1-5 suku kata saja sekali belajar. Misalnya ba bi bu be bo. Dan terus diulang setiap ada kesempatan. Contohnya saat menonton TV, ada suku kata ba, saya ingatkan padanya bahwa itu ba. Begitu juga saat menemukan papan nama di pinggir jalan, saat melihat koran, majalah atau buku.

Pada kesempatan lain, saya buatkan khusus permainan dengan media sederhana, yang kembali mengajarkan pada anak tentang suku kata atau kata yang sedang dipelajari. Dengan begitu, mereka bermain, bersenang-senang tapi sebenarnya tengah belajar.

Pencapaian tergantung kemampuan anak masing-masing. Tidak bisa disamakan apa lagi dipaksakan. Pernah untuk 5 suku kata, anak saya baru bisa matang menguasai setelah satu minggu proses stimulasinya. Tidak masalah. Yang penting mereka tetap bahagia. Agar kegiatan membaca menyenangkan dapat terwujud.

Ketiga, mengakrabkan mereka dengan buku. Saya tidak punya budget banyak untuk menyediakan buku bagi anak-anak. Maka saya harus menyiasatinya dengan berbagai cara sehingga  dapat mewujudkan membaca sebagai kesenangan buat mereka. Berikut hal yang saya lakukan dalam menyediakan bacaan demi mengakrabkan mereka pada buku:

1. Ke toko buku dan memberi kebebasan pada mereka untuk membeli buku yang disuka, dengan budget tertentu.
Biasanya saya memberikan saran dan arahan pada saat memilih ini. Karena banyaknya buku yang menurut mereka menarik, belum tentu sesuai untuk usia mereka.

2. Membelikan majalah atau buku anak bekas yang masih layak baca.
Saya pernah membeli majalah anak bekas seharga 10 ribu untuk tiga buku. Rasanya senang bisa belanja yang murah tapi masih bermutu seperti itu. Bahagianya lagi saat melihat respon mereka. Menyambut dengan antusias dan langsung membacanya dengan semangat.

3. Mengajak anak mengunjungi perpustakaan.
Di sini, perpustakaan daerah menyediakan ruang baca khusus untuk anak. Ada meja kursi yang lucu, komputer yang berisi game edukasi anak, arena bermain dan tentu saja ratusan buku anak yang menarik.

Mereka selalu bersemangat kalau mau diajak berkunjung ke perpustakaan. Tapi dengan syarat dan ketentuan berlaku: boleh bermain, setelah habis membaca minimal satu buku.

5. Membaca buku digital (ebook).


Aplikasi membaca


Sudah lama saya mengenalkan ebook pada anak pertama dan kedua. Karena usia mereka sudah di atas 8 tahun, sudah mau membaca buku dengan sedikit ilustrasi atau yang tidak memiliki gambar sama sekali. Tapi bagi mereka, yang berwarna masih lebih menarik. Ya, namanya anak-anak. Visual akan lebih hidup dengan gambar dan warna. Permasalahannya tidak banyak ebook anak yang memenuhi kriteria tersebut.

Kendala yang sama saya alami pada anak ketiga. Dia lebih tertarik pada buku bergambar dan berwarna. Sementara buku seperti itu, biasanya dihargai cukup mahal. Sejak melahirkan, ditambah pandemi Covid 19 ini, kami tidak bisa mengunjungi perpustakaan. Buku bekas pun cukup sulit dicari yang sesuai dengan keinginan.

Beruntungnya, saya membaca postingan seorang teman blogger tentang aplikasi Let's Read. Sebuah aplikasi berisi ratusan cerita untuk anak, diprakarsai oleh Books for Asia dari The Asia Foundation, yang bertujuan menumbuhkan para pembaca cilik di Asia.


Aplikasi let's read


Jujur saja, jangankan anak-anak, saya pun saat pertama kali membuka aplikasi ini--Aplikasi Let's Read bisa diunduh di google play store ya--berdecak kagum.


Wow! Keren nih aplikasi Let's Read. Punya ratusan koleksi cerita bergambar dan berwarna, bisa diunduh, bisa dicetak*, multibahasa (termasuk bahasa daerah), bermuatan lokal dan berkualitas global, serta tentu saja gratis!
 
 

Let's read



Sebelum anak-anak yang baca, emaknya duluan scroll sana scroll sini buka-buka koleksi cerita di Let's Read. Gambarnya berkualitas sekali. Mewakili cerita dan menggunakan warna yang menarik, sehingga sangat mendukung isi cerita.

Kelebihan lainnya adalah kemudahan dalam menggunakan aplikasi ini. Bisa memilih bahasa yang akan digunakan dalam membaca koleksi ceritanya. Bisa memilih genre cerita. Dapat pula menentukan tingkat kesulitan bacaan, sesuai dengan kemampuan dan usia anak. Ukuran dan gaya huruf juga bisa dipilih, menurut kenyamanan pembaca masing-masing.


Let's read


Plus-nya lagi, ebook yang ada bisa di-download jika ingin dibaca tanpa menghabiskan kuota online. Bahkan ebook bisa dicetak, bila ingin dijadikan media belajar.


App membaca bergambar


Menurut saya, Let's Read sangat menunjang menumbuhkan minat baca anak, tanpa harus mengeluarkan biaya lebih. So, Let's Read! Mulai dengan Bermain & Bahagia.


Let's read aplikasi

#LetsReadAsia #AyoMembaca #LombaBlog #LombaBlogBloggerPerempuan #LombaBlogBP #BPxLetsRead










49 Komentar

  1. Wah seru nih dapet ilmu baru. Aku masih harus belajar banget ngajarin anak baca. Sekarang mau masuk tk B. Makasih ya infonya sangat bermanfaat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semangat ya Mom. Intinya stimulasi. Bukan paksaan.

      Hapus
  2. Salam kenal ya mom. Kalau berkenan follow back ☺🙏 terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku gak nemu follownya di mana di blognya Mom. Tapi aku subcribe email.

      Hapus
  3. Lets read andalanku kalo bepergian nih say.. biar anak ante g dbacain buku.. dan akunya enteng ga bawa buku banyak2 lagii.. suka ama app ini..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yups, bener banget. Solusi dinperjalanan ya Mom.

      Hapus
  4. Sama mbak, saya juga mulia mengenalkan buku dari bayi sama anak saya pakai buku bantal.


    Ngomongin aplikasi let's read ini juga ngebantu banget ya untuk yang tinggal di daerah kecil kayak saya, nggak ada toko buku di sini soalnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Buku bantal bisa buat mainan juga. Awet bertahun2. Bisa turun temurun.

      Nah iya, untung ada app seperti Let's read ya. Bisa dijangkau di mana saja. Bisa didownload pula.

      Hapus
  5. Hai Mom Deris, aku juga penggemarnya Apps Lets Read nih. Dengan adanya apps ini anakku makin semangat dibacakan buku dan melihat-lihat gambarnya apalagi anakku baru umur 2 tahun. Thanks for sharing ya mom

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama mbak. Sama ya kita pake let's read ☺

      Hapus
  6. Alhamdulillah, orang tua tidak kesulitan lagi cari buku berkualitas untuk anak ya berkat aplikasi ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali mbak Dewi. Sangat terbantu dengan adanya aplikasi perpustakaan digital ini.

      Hapus
  7. Asli aku lg cari bacaan yg bagus buat anak. Begitu tau ada aplikasi ini, aku langsung download. Aplikasinya membantu banget, ceritanya pun ga bosenin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Mom. Anak juga happy karena stok bacaannya bervariasi dan berwarna.

      Hapus
  8. Anakku biasanya setiap mau tidur minta dibacain buku cerita. Tapi belakangan ini lagi ketagihan gadget.. huhu..
    Kayaknya Let's Read ini bisa jd solusi buat anak yg lagi ketagihan gadget yaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selaku orang tua, kita harus tegas, Mom dalam pembatasan gadget. Sayang, kasihan boleh. Tapi ingat masa depannya nanti prioritas. Jangan sampai ketagihan.

      Hapus
  9. Setuju dengan langkah-langkah membuat anak suka membaca. Kalau boleh saya tambahkan: beri teladan. Kalai melihat kita suka membaca, Insya Allah anak-anak pun tertarik mengikutinya.
    Oh ya, memang keren nih Let's Read sangat menunjang menumbuhkan minat baca anak, tanpa harus mengeluarkan banyak biaya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yups, bener banget mbak. Teladan dari orang tua itu penting banget. Anak2 melihat dan meniru. Terima kasih sudah mengingatkan.

      Hapus
  10. Iya nih...aku pun suka sama let's read. Ceritanya beragam, bahasa lokalnya pun ada.. aku tunjukkan bahasa ibu aku ke anak-anak, eh pada ketawa2 seru :)

    BalasHapus
  11. Aku kemarin juga download aplikasi ini. Seru, sih kmau baca buku anak yang mana tinggal pilih. Gratis kan ya mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gratis banget. Bahkan download pun gratis.

      Hapus
  12. Ulasan yang menarik.
    Mba boleh tanya, berapa lama anak diizinkan untuk membaca e book? Dan bagaimana caranya biar dia dengan kerelaan hati memberikan gawai nya kalau waktu baca habis?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau saya, untuk yang 11 dan 8 tahun, saya bolehkan baca sampai 1 jam. Yang 6 tahun 30 menit aja. Itu pun selalu dikontrol beneran baca atau gak. Sebelum dipinjamkan gadget, ada kesepakatan. Setelah baca harus kasih review ke saya. Baik tulisan atau lisan.

      Untuk pembatasan gadget, kuncinya ortu harus tegas mbak. Sepakati berapa lama mau dipinjamkan. Setelahnya, tegas, mau gak mau gadget diambil.

      Saya hanya memberi 30 menit masing2 anak saya bermain game di akhir pekan. Ini selain baca ebook ya. Dan mereka paham batasan, meski awalnya susah banget menerapkan peraturan.

      Hapus
  13. Sama nih mbak, saya juga sudah mengenalkan buku ke anak sejak kecil. Meskipun awalnya susah tapi sekarang si kecil menyukainya.

    Wah dengan adanya let's read ini jadi lebih mudah ya cari bacaan buat anak. Cerita yang dilengkapi gambar ini pasti disukai anak-anak. Nanti saya mau download juga buat anak saya.

    BalasHapus
  14. Baru tau ada aplikasi let's read, saya kirain ada nya good reads doang. Btw ada ngga tips ny mba kalo si anak udh ditanamkan minat baca pelan-pelan, tp tetap juga ngga mau?

    BalasHapus
  15. Tips mengenalkan buku kepada anak sejak dini, aku juga aplikasikan di anak keduaku. Sejak usia 5 bulan sudah dikenalkan buku bantal. Sekarang di usia 10 bulan boardbook sudah mulai kubacakan juga untuknya.

    5 suku kata saja per hari ya. Agar anak tetap happy dan gembira mempelajarinya.

    Makasih atas tipsnya ya, Mbak. :)

    BalasHapus
  16. kalo molly waktu mase balita diajarin membaca lewat software komputer untuk anak2 samo kalo lagi bejalan ke luar naek mobil mama ngajarin membaca lewat papan nama toko di jalan2

    BalasHapus
  17. Bener banget deh pribahasa ibu adalah sekolah bagi anak-anaknya. Beruntunglah jika punya ibu yang sedari dini sudah banyak mengajarkan hal-hal yang membantu kecerdasan anak. Nggak mudah loh mengajari anak membaca dari usia balita, kudu banyak sabar dan harus ada ilmunya. eh itu aplikasinya keren, jadi ibu-ibu tidak perlu lagi khawatir kehabisan bahan bacaan untu anak tersayang.

    BalasHapus
  18. Walau orang tua gak suka baca buku, aku beruntung punya mereka yang suka beliin buku. Jadi, kecintaan terhadap bacaan sudah ada sejak kecil. Nah, sekarang makin gampang dengan adanya aplikasi lets read. Jadi pengen cobain ke ponakan, ah. :) TFS

    BalasHapus
  19. wah,bisa praktis banget nih ngajarin anak baca ya. Memang perlu menjadi kebiasaan bersama keluarga nih akrab2 dengan buku. Makasih banget infonya nih.

    BalasHapus
  20. Let's Read ini ceritanya banyak ragamnya, dan yang aku suka pilihan bahasanya pun banyak, bahkan ada bahasa lokal kayak minang dan jawa....

    Pas kubacain bahasa lokal anak-anak malah ketawa tapi

    BalasHapus
  21. Memang anak itu tidak bisa dipaksa untuk belajar ya mba. Kalau mereka ada mood belajar langsung saja kita beri materi. Tapi justru anak-anak yang lebih nyantol kalau diberi materi. Daya ingat anak juga tajam sekali menurut saya. Aplikasi ini menurut saya bagus untuk anak-anak

    BalasHapus
  22. Alhamdulillah.. Keenam anak saya juga bisa membaca sebelum masuk SD tanpa dipaksa...
    Tipsnya bagus Mbak.. Bisa saya coba untuk anak2 tetangga yang memaksa minta les baca

    BalasHapus
  23. Salah satu aplikasi andalan saya nih mbak :) saya juga enggak punya banyak budget untuk beli buku dan keberadaan Let's Read ini benar-benar membantu untuk menyediakan buku berkualitas untuk anak-anak saya. :)

    BalasHapus
  24. Aplikasi Let's Read ini saya sudah download mbak. Asli ini aplikasi memang keren apalagi di era milenial gini, wajib punya pokoknya. Anak saya aja suka karena memang sangat menarik ilistrasinya mbak, betah anak saya belajar di perpustakaan digital Let's Read

    BalasHapus
  25. Menerapkan buku bacaan sejak dini itu lebih efektif apalagi penuh warna dan memberikan hadiah atau berupa kecupan seperti kata mba deris , karena itu jg sebagai reward buat anak, ini ide bagus buat reference bunda dirumah
    Terimakasih mba deris artikel nya sangat bermanfaat

    BalasHapus
  26. aku jadi keinget masa kecilku
    rasanya udah bisa baca pas umur 3 tahun
    rejeki anak bungsu yang ngajarin banyak

    BalasHapus
  27. Memang ya sekarang semakin mudah buat menanamkan minat baca buat anak. Let's read ini membantu sekali, ya!

    BalasHapus
  28. enggak perlu repot sekarang ya mba, karena sudah ada let's read ini. aplikasi keren nih, untuk anak-anak pasti suka banget. nanti mau download juga ah, makasih mba.

    BalasHapus
  29. Jadi penasaran sm aplikasi let's read ini mba, soalnya anak2 saya yg kecil itu, kalo di kasih buku, bukannya di baca tapi diwarnain dan di coret-coret, kalo udah semua seringnya di robek-robek trus dijadiin mainan dari kertas, sampe puyeng sendiri saya mba 😂

    Sepertinya aplikasi ini bisa jadi jalan keluar yg bagus yah 😁

    BalasHapus
  30. Tipsnya bermanfaat sekali Mba, aku berasa banget apa-apa yang aku pelajari saat kecil lebih nyantol banget sampe sekarang. Dan ada rasa suka yang terbentuk dari kebiasaan-kebiasaan belajar tersebut.

    BalasHapus
  31. Aku juga download let's read lho mbak buat anakku yang masih bayi. Pilihan ceritanya banyak. Suka deh. Jadi nggak mati gaya kehabisan cerita.

    BalasHapus
  32. Saya juga install aplikasi ini mbak, bagus banget dan warnanya menarik. Anak jadi kerasan membaca.

    BalasHapus
  33. Aplikasi Let’s Read ini bermanfaat untuk membantu anakku mau baca cerita bahasa Indonesia, Mbak. Jadi kami cari cerita yang ada bahasa Inggris & Indonesianya. Trus baca yang Indonesia dulu kalau dia nggak paham baca lagi bahasa Inggrisnya. Lumayan bantu banget.

    BalasHapus
  34. sama mbak deris anakku juga suka baca aplikasi lets read ini bisa jadi alternatif klo lg pergi2 ga bawa buku

    BalasHapus
  35. Gemar membaca harus ditanamkan sejak dini ya dengan berbagai cara yang asyik dan menyenangkan. Btw, buku bantalnya lucu banget. Era paper less, Anak zaman now mmg harus diakrabkan dengan aplikasi ebook seperti ini

    BalasHapus
  36. anakku juga umurnya 1.6 tahun. mau mulai bicara dan tertarik dengn yg berwarna dn gambar2 bgus bnget ngajarin anak pas umr dr kecil gini biar pintar membaca.

    BalasHapus
  37. Stimulasi anak untuk belajar membaca sejak dini tapi tidak memaksa, bagus ini jadi dapat pelajaran baru. Keren juga ada aplikasi lets read yang simple dan mudah tinggal di download

    BalasHapus

Silakan berkomentar dengan baik dan bijak. Terima kasih sudah mampir dan meninggalkan jejak 🤗