Gaya hidup sehat

Sudahkah minum obat cacing tiap 6 bulan sekali? Baik obat cacing orang dewasa maupun obat cacing untuk anak. Jangan anggap sepele cacingan. Walau tidak terasa langsung, kecacingan dapat membahayakan masa depan. Terutama bagi anak.


Banyak orang menganggap remeh kecacingan. Karena memang dampaknya tidak terlihat langsung seperti saat mengidap penyakit lain, misalnya flu, yang reaksi tubuh langsung berubah ketika mengalaminya: pilek, hidung tersumbat, bersin-bersin dan demam.

Tapi tahukah kamu? Kecacingan atau sering disebut cacingan, dapat menyebabkan anemia (kurang darah), berat bayi lahir rendah, gangguan ibu bersalin, lemas, mengantuk, malas belajar, IQ menurun, prestasi dan produktivitas menurun. (kemkes.go.id/9/7/10)

Lebih mengkhawatirkan lagi, efek buruk yang diakibatkan kecacingan pada anak, dapat menyebabkan stunting.

Karena cacing mengambil sari makanan yang penting bagi tubuh seperti protein, karbohidrat, dan zat besi yang dapat menyebabkan anemia dan gizi buruk (Pionas.pom.go id).

Stunting (kerdil) adalah kondisi dimana balita memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur. Kondisi ini diukur dengan panjang atau tinggi badan yang lebih dari minus dua standar deviasi median standar pertumbuhan anak dari WHO. Balita stunting termasuk masalah gizi kronik. Di masa yang akan datang akan mengalami kesulitan dalam mencapai perkembangan fisik dan kognitif yang optimal (Pdf stunting kemenkes dot go id).

Kasus stunting atau gagal tumbuh pada anak balita di Indonesia masih tinggi dan belum menunjukkan perbaikan signifikan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menempatkan Indonesia sebagai negara ketiga dengan kasus tertinggi di Asia. Berdasarkan data riset kesehatan dasar (Riskesdas) 2019, angka stunting di Indonesia mencapai 30,8 persen. Sementara target WHO, angka stunting tidak boleh lebih dari 20 persen (berita satu dot com 21/10/19.)

Lalu bagaimana cara mengatasinya?
Selalu ada hikmah di balik semua kejadian. Termasuk pandemi Covid 19 yang mengharuskan kita peduli pada kebersihan. Bahkan secara nyata, wabah ini membuat sebagian besar orang, menerapkan gaya hidup bersih dan sehat.

Covid 19 ditakuti karena penyebarannya yang masif. Mudah ditularkan oleh siapa saja dan sangat berisiko pada lansia, balita dan orang yang memiliki penyakit bawaan, seperti diabetes, asma, TBC dan lainnya.

Sebetulnya bukan hanya Covid 19 yang cepat menular. Kita akan mudah terkena penyakit apa saja jika tidak menjaga imunitas tubuh dengan baik. Karena ketika daya tahan tubuh lemah, mudah bagi virus dan bakteri masuk ke dalam badan.

Tidak jauh berbeda dengan Flu, kecacingan atau cacingan juga merupakan salah satu penyakit yang gampang sekali menular. Terutama pada anak-anak. Mengingat mereka suka bermain kotor dan belum terbiasa, atau mungkin belum mengerti menjaga kebersihan tubuhnya.

Kecacingan bisa terjadi melalui kontak langsung dengan tanah, air, makanan, atau kotoran yang terdapat larva cacing. Kemudian tidak mencuci tangan dengan sabun sampai bersih, mengakibatkan ikut tertelannya larva melalui mulut. Sebagian besar infeksi kecacingan masuk melalui mulut. Meski ada juga yang masuk melalui pori-pori.

Perhatikan gambar beberapa siklus infeksi cacing berikut ini!

Infeksi Cacing Kremi
Pionaspom go id


Infeksi Cacing Gelang
Siklus hidup cacing gelang
Pionaspom go id


Infeksi Cacing Tambang
Siklus cacing tambang
Pionaspom go id


Infeksi Cacing Cambuk
Cacing cambuk
Pionaspom go id


Infeksi Cacing Pita
Cacing pita
Pionaspom go id


Bagaimana mengetahui kalau anak kecacingan?
Setiap penyakit tentu ada gejala. Pada kecacingan, gejala yang dirasakan berbeda-beda sesuai dengan jenis cacing yang menginfeksinya. Berikut beberapa gejalanya, dikutip dari hellosehat dot com 2/12/19:

Ciri anak infeksi cacing Kremi (Enterobius vermicularis) adalah: rasa gatal yang terus menerus di sekitar anus, susah tidur karena merasakan gatal di sekitar anus (cacing kremi bertelur di anus pada malam hari), anus terasa nyeri dan iritasi, terdapat cacing kremi pada tinja.

Infeksi cacing Kremi ini paling sering dialami. Tidak hanya anak, orang dewasa juga dapat terinfeksi. Gejalanya sama saja. Dan lebih mudah diprediksi karena langsung terasa ciri-cirinya.

Ciri anak infeksi cacing gelang (Ascariasis lumbrico): Batuk (karena cacing gelang bisa masuk ke paru-paru), nyeri perut, mual bahkan kadang sampai muntah, berat badan turun, lesu dan tampak cacing pada tinja.

Ciri anak infeksi cacing Cacing tambang (Necator americanus dan Acylostoma duodenale): Nyeri perut hilang timbul yang dapat membuat bayi menjadi sangat rewel, diare, mual, demam, anemia (anak terlihat pucat), tidak nafsu makan, gatal pada area di mana larva masuk ke dalam kulit, ditemukannya darah dalam feses jika ususnya mengalami infeksi akibat cacing.

Pada umumnya, anak atau orang yang kecacingan akan terlihat lesu dan berat badan menurun. Karena tidak hanya menyerap sari makanan yang dibutuhkan tubuh, cacing juga menjadi parasit, membuat badan kita sebagai tempat berkembang biak. Maka jangan anggap remeh cacingan.

Akan tetapi, kecacingan tidak hanya menginfeksi anak-anak. Tak jarang orang dewasa pun terjangkit. Gejalanya tak jauh berbeda dengan gejala yang dialami anak-anak.

Kecacingan pada orang dewasa, ayah dan ibu misalnya. Akan sangat berpotensi menularkan pada anak. Bahkan pada orang dewasa tertentu, lansia atau yang bermasalah dengan  kekebalan tubuh, cacingan dapat mengakibatkan penyumbatan usus dan anemia berat. Sudah pasti, kecacingan akan menurunkan produktifitas kerja sehari-hari.

Apa yang harus dilakukan untuk mencegah kecacingan?
Jawabannya adalah MENJAGA IMUNITAS TUBUH DENGAN 6 GAYA HIDUP SEHAT MENCEGAH CACINGAN.


Gaya hidup sehat sudah seharusnya dijalankan dalam keseharian kita. Terutama untuk menghindari penyakit yang membahayakan bagi tubuh dan mudah menular, seperti kecacingan. Ingat, setiap orang punya potensi jadi penyebar cacingan.

Berikut 6 gaya hidup sehat yang harus dilakukan sehari-hari:

1. Menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan
Menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan, sangat efektif mencegah infeksi cacingan dan penyakit lainnya. Karena keadaan tubuh dan lingkungan bersih merupakan salah satu faktor utama memperkuat imunitas tubuh.

Menjaga kebersihan tubuh dapat dilakukan dengan cara:
πŸ‘ŒMandi minimal 2x sehari,
πŸ‘Œ Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah BAK dan BAB, sebelum makan, setelah beraktifitas di luar rumah, setelah memegang hewan, sebelum makan dan saat menyiapkan makanan,
πŸ‘Œ Memakai alas kaki, terutama saat beraktifitas di luar rumah,
πŸ‘Œ Rutin memotong dan membersihkan kuku.


Selain menjaga kebersihan tubuh, kebersihan lingkungan juga harus diperhatikan. Karena tubuh tak mungkin bersih jika lingkungan kotor. Untuk di rumah bisa melakukan hal-hal berikut:
πŸ‘Œ Buang air di jamban atau WC. Tidak disembarang tempat,
πŸ‘Œ Menyapu, mengepel lantai dan membersihkan langit-langit rumah,
πŸ‘Œ Menutup makanan,
πŸ‘Œ Mengganti dan mencuci seprei kasur dan tempat tidur, setiap dua atau tiga hari sekali.

Tidak semua makanan yang kita suka baik dan dibutuhkan tubuh. Bahkan dalam kadar berlebihan, malah memicu timbulnya penyakit berbahaya. Memilih makanan artinya dapat menentukan makanan apa yang pas untuk dikonsumsi, demi memenuhi kebutuhan tubuh. Misalnya, makan buah dan sayur, minum air putih dua liter sehari, menghindari makanan cepat saji dan tidak mengonsumsi gula berlebihan.

3. Rutin berolahraga
Tubuh yang teratur melakukan olahraga setiap hari tentu akan lebih sehat dan kuat. Olahraga membantu tidur lebih nyenyak karena mampu menciptakan rasa tenang setelah aktivitas olahraga. Membantu penyerapan banyak asam amino yang berpengaruh pada tumbuh kembang. Olahraga juga dapat memperkuat metabolisme tubuh dengan membakar kalori, sehingga mampu menurunkan berat badan berlebih.

4. Istirahat yang cukup
Istirahat dibutuhkan oleh tubuh untuk mengoptimalkan kembali kinerja organ-organ tubuh. Kebutuhan tidur tergantung pada usia dan keadaan tubuh seseorang. Rat-rata orang dewasa membutuhkan 7-9 jam perhari. Kurang tidur dan terlalu banyak bekerja atau berkativitas mengakibatkan tubuh kelelahan.

5. Menghindari stres
Stres berdampak buruk pada kesehatan. Sejumlah penelitian menyebutkan bahwa stres dapat meningkatkan produksi asam lambung. Orang sakit, kalau mengalami stres, misalnya ketakutan berlebihan pada sakitnya, atau tidak menerima penyakit yang dideritanya, akan menambah lama proses penyembuhan.

6. Rutin minum obat cacing setiap 6 bulan sekali

Obat cacing

Minum obat cacing menjadi bagian dari gaya hidup sehat. Karena mencegah jauh lebih baik dari mengobati. Selain itu, menurut DR Ari Fahrial Syam, Konsultan Penyakit Lambung dan Pencernaan dari Divisi Gastrologi RSCM, dikutip dari detikhealth 18/3/13, minum obat cacing setiap enam bulan sekali sangat dianjurkan untuk orang yang berisiko, misal yang tinggal di daerah kumuh.

Minum obat cacing setiap enam bulan sekali ditujukan untuk pengobatan bagi yang mengalami cacingan dan sebagai pencegahan. Jangan khawatir. Kebanyakan Dokter menganggap obat cacing untuk enam bulan sekali aman dikonsumsi karena bersifat tunggal.

Apakah orang dewasa juga harus minum obat cacing enam bulan sekali? Ya. Karena baik dewasa atau anak, semua berpotensi terinfeksi dan menularkan cacingan.

Kedua putri saya, delapan dan enam tahun, saya beri obat cacing  konvermex 125 Pyrantel Pamoate rasa  jeruk. Almira enam tahun, dengan dosis setengah botol takar konvermex (5 ml). Sementara Aliya delapan tahun saya beri satu gelas takar (10 ml).

Menurut saya, konvermex obat cacing yang tepat. Karena tiap 5 ml mengandung Pyrantel Pamoate yang setara dengan Pyrantel base 125 mg.


Konvermex


Saya merekomendasikan untuk memilih konvermex sebagai obat cacing keluarga. Sebab selain untuk anak, tersedia juga konvermex dewasa.

Konvermex obat cacing keluarga terdapat dalam bentuk suspense dan tablet/kaplet. Konvermex 250 untuk dewasa tersedia dalam sediaan suspensi rasa vanilla latte dan kaplet. Sementara Konvermex 125 untuk anak tersedia dalam sediaan Suspensi rasa jeruk dan tablet.

Konvermex anak


Konvermex dewasa

Konvermex menghancurkan cacing di tubuh. Pyrantel Pamoate melumpuhkan cacing dengan cara mendopolarisasi senyawa penghambat neuromuskuler. Setelah melumpuhkan, bahan aktif Pyrantel Pamoate juga menghancurkan cacing serta mengeluarkannya dari dalam tubuh tanpa memerlukan pencahar.

Indikasi: untuk pengobatan kecacingan yang disebabkan parasit-parasit saluran pencernaan berikut, baik tunggal maupun campuran:

Cacing kremi (Enterobius Vermicularis)
Cacing gelang (Ascaris Lumbricoides)
Cacing tambang (Ancylostoma duodenale)
Cacing tambang (Necator Americanus)
Cacing Trichostrongylus colubriformis dan Orientalis.


Gaya hidup sehat


Saya memang tinggal di daerah perkotaan yang terjaga kebersihannya. Sudah berusaha untuk menerapkan gaya hidup sehat dalam keseharian. Tapi untuk anak-anak yang selalu aktif bermain di dalam dan luar rumah, untuk saya dan suami yang juga sering berinteraksi di luar rumah, akan rutin minum Konvermex tiap 6 bulan sekali bersama-sama keluarga. Saya pikir, mencegah akan lebih baik dari pada mengobati. Apa lagi, anak-anak dalam masa tumbuh kembang yang membutuhkan banyak asupan makanan bergizi. Gak mau dong berbagi sama cacing 😁


13 Komentar

  1. Hidup Tanpa Cacing akan Sehat bukanya gitu Mbak Wkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Syaratnya cacing di badan. Gak banget. Kalau di tanah malah bagus. Menyuburkan tanah ha ha ha.

      Hapus
    2. Na itu Mbak, teringat jaman kecil Emak kadang kasih obat cacing =D

      Hapus
  2. Serem deh, bayangin anak atau malah kita sendiri cacingan. Emang kudu dicegah pake konvermex ini, ya

    BalasHapus
  3. Harus aware memang sama masalah cacingan ini. Apalagi anak masih kecil, ada masa dimana2 semua masuk mulut. Harus bener2 dijaga dan dicegah biar gak cacingan

    BalasHapus
  4. Hidup bebas cacingan πŸ‘

    BalasHapus
  5. Waktu kecil sering minum obat cacing sachetan gitu. Pas BAB keluar cacingnya warna putih gede2 banget. BTW, baru tahu kalo ada produk covermex untuk dewasa, Mbak.

    BalasHapus
  6. Informasinya sangat lengkap sekali, Mbak. Jadi penyebaran kecacingan adalah didominasi dengan kontak langsung dan terserap ke dalam mulut ya. Jadi, mencuci tangan memang merupakan tindakan preventif untuk mencegah aneka penyakit ya. Tidak hanya Covid-19, yang 3 bulan terakhir ini lagi jadi trend dimana-mana.

    BalasHapus
  7. Setuju banget kita harus rutin minum obat cacing.Karena mungkin saja kita tertular dari lingkungan,makanan atau orang orang yg kita temui

    BalasHapus
  8. Iya mbak konsumsi obat cacing itu penting banget, supaya makanan yang kita konsumsi tidak diambil oleh cacing. Sehingga tubuh kita tetap sehat dan bugar.

    Saya juga beli konvermex buat keluarga saya supaya terhindar dari penyakit cacingan

    BalasHapus
  9. Konvermex untuk anak itu aman bgt ya. Anak2 rentan cacingan dan obat cacingan Konvermex ini bagus dikonsumsi.

    BalasHapus
  10. Banget nih, perlu minum obat cacing rutin per enam bulan, biasanya buat nandain biar ga lupa bener2 hitungan dimulai dari bulan Januari, trus Juli ...hehehe...
    Konvermex Rasanya juga nyaman buat anak-anak :)

    BalasHapus
  11. bener juga ya mba, gaya hidup membantu banget ini untuk menghindari cacingan, saya jg dulu waktu kecil cacingan. akhirnya minum obat cacing 6 bulan sekali hihi. emang sih kadang suka jajan sembarangan dan jarang cuci tangan itu pemicunya.

    BalasHapus

Silakan berkomentar dengan baik dan bijak. Terima kasih sudah mampir dan meninggalkan jejak πŸ€—