Super mom

Every Mom is A Super Mom. Ya, setiap ibu adalah ibu hebat. Demikian juga dengan ibuku, ibumu dan dirimu sendiri, Mom.

Cinta, Tulus dan Harapan. Tiga hal yang selalu ada di dalam diri seorang ibu, terhadap anak-anaknya. Rasa cinta ibu, telah tumbuh bahkan sebelum ruh ditiupkan ke raga kita. Betapa besar keinginan untuk memiliki kita sebagai buah hatinya.

Cinta itu terus berkembang dan memupuk tulus yang semakin hari semakin terasa. Tulus mengandung, melahirkan. Tulus menyusui, mengasuh, membesarkan. Sehingga lahir sebuah harapan paling tunggi terhadap anak-anaknya: 


Semoga buah hatiku, keturunanku, menjadi orang shalih. Sukses dunia dan akhirat.

Begitulah ibu. Tiga hal yang menjadi pokok pangkal kasih sayang dan perhatiannya, adalah bukti bahwa setiap ibu itu hebat.

Saya teringat masa lalu. Masa kecil yang asam, manis, pahit. Masih terkenang saat ibu memarahi saya, karena tidak bisa menyulut api menggunakan batang korek api. Padahal, saya tidak mampu dan takut, karena ibu terlalu melindungi saya, agar tidak bermain api dan pisau sendiri. Sementara teman-teman lain yang seusia dengan saya, sudah mahir dengan kedua benda tersebut. Mainan anak desa ya masak-masakan pakai api sungguhan dan mengiris daun-daun dengan pisau asli.

Masih terkenang saat ibu merapikan jilbab dan baju saya, ketika hendak pergi mengaji. Ibu berpesan:

"Nak, kalau ngaji yang baik sama Ustadz, ya. Nanti selesai ngaji, langsung pulang. Jangan ke mana-mana."

Saya cukup berani kala itu. Tak mau disebut nakal 🤭 Beberapa hari sebelumnya, selepas mengaji, saya sering bermain ke sungai Ogan yang terkenal deras dan dalam. Padahal itu sangat berbahaya untuk anak usia 7 tahun. Saya kelas 3 SD saat itu.

Nahasnya, karena ingin menepati janji pada ibu, saya menolak teman yang meminta saya membelikannya permen karet. Pikiran saya satu: langsung pulang.

Sayangnya teman saya itu tidak terima. Ia lalu mempermainkan saya, sehingga terjadilah kecelakaan hebat, yang hampir merenggut nyawa saya. Mobil taft dengan kecepatan tinggi menabrak tubuh saya.

Mengenang ini, benar-benar menghadirkan rasa haru yang mendalam. Betapa tidak, dalam keadaan bersimbah darah, ibu menemani dan mengantar saya ke rumah sakit. Dia kuat. Sungguh ibu yang hebat. Saya tak tahu dia menangis atau tidak, tapi yang saya ingat, dia selalu menguatkan saya.

"Bu, sakit, Bu. Kakiku sakit. Sikuku sakit...." Demikian rintih saya sepanjang 20 menit perjalanan menuju rumah sakit.

"Iya, nak. Ibu di sini. Kamu akan sembuh. Sabar ya, sayang. Ibu sayang kamu." Bertubi-tubi penguatan ibu hingga masih terekam sempurna di ingatan saya.

Ibu memang hebat. Dengan perut besar, mengandung adik ke empat saya. Tanpa ayah yang masih berada di provinsi berbeda kala itu. Ibu selalu kuat. Mengurus kami, memerhatikan kami, dan memenuhi kebutuhan kami. Sampai saya pulih, ibu selalu ada menemani saya.

Tidak hanya itu. Ketangguhan ibu, masih terus diuji Tuhan. Lagi-lagi melalui saya. Beberapa tahun kemudian, tepatnya saat saya kelas 6 SD. Saya divonis mengidap TBC (Tuberkulosis). Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bisa menyerang tulang dan paru-paru.

Sebenarnya, jika imunitas saya kuat, saya tak akan mengalami TBC aktif. Seperti dilansir dari aladokter dot com (14/8/2019):

Fase laten (fase sebelum TBC aktif), terjadi ketika tubuh sudah didiami bakteri TB namun sistem kekebalan tubuh sedang baik, sehingga sel darah putih dapat melawan bakteri.


Dengan demikian, bakteri tidak menyerang dan tubuh tidak terinfeksi TBC. Anda pun tidak mengalami gejala TBC dan tidak berpotensi menulari orang lain. Meski begitu, bakteri dapat aktif dan menyerang Anda kembali sewaktu-waktu, terutama saat sistem kekebalan tubuh sedang melemah.

Sayangnya imunitas saya lemah. Hingga mengalami gejala TBC akut. Saya mengalami Batuk berkepanjangan, sesak napas, batuk berdahak, pernah berdarah, berat badan turun, nafsu makan berkurang jauh. Saya menjalani dua tes kala itu. Tes rotgen dan periksa dahak. Hasilnya positif TBC dan diwajibkan menjalani pengobatan selama 6 bulan.

Tak usah ditanya perjuangan ibu dan ayah mengurus saya. Ibu yang lebih sering. Karena ayah jarang di rumah, disebabkan pekerjaannya sebagai sopir bus antar provinsi. Bolak-balik ke Rumah sakit saat pemeriksaan dan ambil obat, tentu bukan hal yang menyenangkan. Tapi ibu tetaplah ibu. Dengan rasa cinta dan ketulusan, ia tetap mengurus saya tanpa lelah.

Setelah 6 bulan, saya diperiksa lagi. Sedihnya, pengobatan saya belum tuntas dan diharuskan mengulang 6 bulan lagi. Satu tahun harus rutin mengonsumsi obat yang tidak hanya satu macam, membuat saya kerap menangis. Tapi selalu ada ibu yang sabarnya melebihi luas samudera.

Bersyukur sekali, saya--kami--dapat melaluinya dengan pemeriksaan akhir: Sembuh Total.

Seandainya saat itu, sudah ada Stimuno. Mungkin saya tak akan terpapar TBC akut atau bisa sembuh lebih cepat. Saya mengidap TBC tahun 1996/1997. Sementara Stimuno baru diluncurkan di pasar Ethical pada tahun 1999.

Stimuno

Stimuno adalah immunomodulator herbal yang bersertifikat Fitofarmaka. Mengandung formula dari komposisi tunggal ekstrak tanaman Meniran (Phyllanthus Niruri). Ekstrak tersebut diambil dari bagian akar, daun, batang dan buah Phyllanthus yang diformulasi menjadi sirup dan kapsul.

Stimuno teruji klinis

Sebagai immunomodulator, Stimuno menseimbangkan sistem imun (meningkatkan yang kurang dan menekan yang berlebih) dengan mengoptimalkan produksi antibodi.

Lalu apa itu sertifikasi Fitofarmaka?


Fitofarmaka stimuno



Sertifikasi Fitofarmaka merupakan Level tertinggi dalam sertifikasi obat herbal BPOM dan teruji klinis mutu, khasiat & keamanan pada manusia, dengan tingkat kualitas dan keamanan tertinggi. 

Tidak perlu meragukan keamanan mengonsumsi Stimuno dalam jangka panjang. Karena Stimuno telah menjalani uji klinis yang sangat tepercaya.

Dikutip dari sains kompas com (22/8/2008), 

DR. Drs Suprapto Ma’at Apt MS melakukan riset aplikatif tanaman meniran untuk Stimuno. Ia menjelaskan, khasiat ekstrak meniran sebelumnya telah teruji secara praklinis pada mencit (tikus putih) dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Lalu dalam kurun beberapa tahun, dengan bantuan produsen farmasi PT Dexa Medica, Suprapto melakukan uji klinis di berbagai rumah sakit.


Hasilnya ternyata sangat menggembirakan. Formula ekstrak meniran terbukti berkhasiat dalam membantu penyembuhan berbagai macam penyakit, mulai dari tuberkulosis, hepatitis, dan vulvovaginitis.


Risetnya tentang khasiat ekstrak meniran  (phyllanthus niruri) ini, telah mendapat pengakuan secara luas sehingga ia mendapat penghargaan BJ Habibie Technology Award 2008.

Keunggulan stimuno

Sejauh ini, Stimuno merupakan satu-satunya imunomodulator yang mendapat sertifikat Fitofarmaka di Indonesia. Sebagai persyaratan memperoleh sertifikat Fitofarmaka, Stimuno telah lulus uji klinis pada berbagai kondisi penyakit seperti TB Paru, ISPA, PPOK, dan juga pada infeksi virus seperti Hepatitis B, Herpes zooster dan Varicella.


Bahkan keamanan dan efektivitas Stimuno untuk penggunaan jangka panjang juga sudah dibuktikan melalui uji klinis pada penelitian 'Keuntungan Klinis Phyllanthus niruri L (Meniran) sebagai Imunostimulator Pada Pasien TB Paru' oleh Munawar ML dkk. Uji klinis ini menunjukkan bahwa Stimuno tidak memiliki efek samping secara signifikan pada penggunaan jangka panjang selama 6 bulan 
(CNNIndonesia com 2/4/2020).

Stimuno bisa dikonsumsi mulai dari anak usia satu tahun hingga dewasa. Ada yang berbentuk kapsul dan ada juga sirup. Stimuno sirup juga terdiri dari berbagai macam varian rasa, yaitu original, grape, dan orange berry.

Macam stimuno
Source: ig stimuno

Secara garis besar, manfaat rutin mengonsumsi stimuno adalah:

1. Membuat anak lebih bersemangat dan kuat. Karena Stimuno dapat mengatasi rasa letih dan lesu.
2. Meningkatkan nafsu makan.
3. Menjauhkan anak dari tumbuh kembang yang terhambat, dengan optimalisasi sistem imun. Sehingga tidak mudah sakit.

Bagi Mom's, yang buah hatinya sedang mengidap TBC, ada baiknya menggunakan Stimuno dalam terapi penyembuhannya. Tidak hanya TBC, anak yang terjangkit ISPA (Infeksi saluran Pernapasan Akut) dan cacar air juga sangat dianjurkan mengonsumsi Stimuno. Perhatikan gambar uji klinis Stimuno di bawah ini!

Uji klinis stimuno

Waktu tak mungkin diputar ulang. Yang terpenting sekarang, ketangguhan ibu, harus menjadi contoh bagi saya untuk menjadi A super mom sepertinya.

Stimuno sirup

Saya akan memberikan cinta, tulus dan harapan kepada anak-anak saya. Tanpa jeda, tanpa tapi. Saya akan menjaga kesehatan mereka dengan menjaga pola makan yang sehat bergizi, lingkungan yang aman dan bersih, berolahraga dan rutin memberikan #Stimuno sebagai penambah sekaligus penguat sistem imun tubuh mereka.


Dengan stimuno jaga daya tahan tubuh di setiap langkahnya. #GakTakutSakit karena ada #StimunoPenjagaImun 


#MomiXStimuno #EveryMomisASuperMom

💐💐💐

Referensi:
https://m.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200401200007-307-489344/ahli-nyatakan-imunomodulator-aman-untuk-cegah-infeksi-virus

https://sains.kompas.com/read/2008/08/22/13203593/suprapto.sang.penemu.herbal.untuk.kekebalan

Materi blogger Stimuno.





26 Komentar

  1. Review dan informasinya lengkap banget. Aku juga kasih anakku ini buat bantu jaga sistem imunnya. Semoga kita semua bisa menjadi ibu yang terbaik untuk anak2 kita. Aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin... Aku juga baru tahu lho mbak, kalau ada imunomodulator sebagus Stimuno ini.

      Hapus
  2. Sistem imun tubuh penting banget ya dijaga karena kalau imun sedang lemah bisa bahaya banyak penyakit yang menyerang. Untungnya sekarang ada Stimuno yang praktis ya tinggal minum.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener mbak. Untung stimuno siap membantu memaksimalkan imun.

      Hapus
  3. Informasinya bermnfaat banget kebetuln aku lagi nyari produk untuk menjaga imun anak, nanti dicoba minum stimuno ah

    BalasHapus
  4. Seorang ibu pasti selalu sayang banget sama anak ya, berusaha tegar. Diantara kita semua juga pasti ada moment mengharukan bersama ibu.
    Btw stimuno bagus yaa untuk menjaga daya tahan tubuh. Sediain di kotak P3K juga deh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya juga nyetok. Tapi anak 3 habisnya cepat 😅

      Hapus
  5. Terharu banget baca cerita tentang perjuangan seorang ibu, jadi ingat perjuangan ibuku untuk adik bungsuku yg juga punya sakit yg sama tapi waktu kami menyebutnya flek dan juga harus pengobatan selama 6 bln rutin, ibu telaten banget buatin susu telur selama pengobatan dan kalo adikku maen selalu dipanggil cuman suruh minum obat sama susu telur itu, hihihi dan sekarang udah pada gede jadi bahan cerita yg menarik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Begitulah mbak. Bagaimana pun, ibu dan ayah orang-orang hebat dalam hidup kita.

      Hapus
  6. wah ponakanku kayaknya harus sedia stimuno nih biar gak gampang sakit. apalagi lagi musim virus begini setidaknya kita harus memperkuat imun anak dengan memberi stimuno

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo dibeliin. Biar ponakan senang dan sehat terus....

      Hapus
  7. Wah bener bgt memang kudu menyiapkan imunitas anak biar lebih kuat supaya terhindar dr berbagai penyakit ya mbak. Huhu
    Aku pun sering sakit2an,mungkin besok kl udh punya anak bakal q kasih stimuno juga biar makin kuat imunnya :)

    BalasHapus
  8. Ibu memang super mom. Apasaja bisa dilakukan dan selalu penuh perhatian. Salam sayang dan semangat untuk semua Ibu-ibu.

    BalasHapus
  9. Stimuno termasuk vitamin andalan saya buat anak-anak. Rasanya enak, jadilah anak-anak suka. Terima kasih informasinya, mba. Jadi, semakin yakin stimuno baik buat 3 krucils saya

    BalasHapus
  10. Salah satu item wajib buat anak-anak sepertinya. Apalagi pandemi spt skrg kekebalan tubuh harus dijaga. Mksh reviewnya lgkp bngt mb

    BalasHapus
  11. masyaAllah ibunya mbak desri kuat banget. akhirnya kubaca postingan stimuno mu mbak..selamat ya mbak sudah menang heheh

    BalasHapus
  12. Jadi pengen nyoba ini Stimuno untuk keluarga, biar kesehatan keluarga terjaga khususnya untuk anak-anak, apalagi di musim Pandemi ini kayaknya mereka sangat membutuhkan vitamin yang bagus.

    BalasHapus
  13. Sewaktu anak-anak masih kecil, saya juga sempat memberikan suplemen ini ke mereka. Sekarang, anak-anak udah pada besar jadi suplemennya juga udah beda.

    BalasHapus
  14. jaga tahan tubuh dengan minum stimuno dong. Memang sih review dari teman-teman stimuno cocok banget unutk menjaga kesehatan tubuh di kala pandemi kayak gini

    BalasHapus
  15. Anak saya pernah langganan minum stimuno, tapi sekarang udah nggak lagi. Udah besar insya Allah immunitas nya sudah lebih kuat

    BalasHapus
  16. Adik saya waktu kecil juga pernah kena TBC. Obat untuk 6 bulan itu harus diminum secara teratur. Kalau terlewat minum sekali aja harus diulang minum lagi dari awal. Syukur sekarang ada Stimuno yang membantu meningkatkan kekebalan tubuh dan menguatkan stamina tubuh.

    BalasHapus
  17. Sewaktu saya kecil, saya sakit flek paru paru juga mbak, eh itu sama dengan TBC ga ya sampai pernah kumat dan sesak napas pas umur dua tahun. Ibu juga yg sabar menemani kala itu .

    BalasHapus
  18. Saya minum Stimuno Forte
    Karena daya tahan tubuh saya emang agak lemah
    Sering alergi

    BalasHapus
  19. Memang selama saya sakit pun, hingga sekarang ibu selalu saya repotkan. Ibu yang paling peduli saya. Rasanya sedih kalau inget belum bisa balas jasanya ibu. Oh, iya, stimuno ini bagus juga, ya, buat daya tahan anak dan dewasa setahu saya. Perlu juga sedia di rumah, nih.

    BalasHapus
  20. saat seperti sekarang ini, imun harus selalu terjaga apalagi tuk anak-anak. waahh Stimuno ini bisa tuk anak-anak 1 thn ya. noted nih :)

    BalasHapus

Silakan berkomentar dengan baik dan bijak. Terima kasih sudah mampir dan meninggalkan jejak 🤗