Semua penulis akan mati. Hanya karyanya yang akan abadi. Maka tulislah sesuatu yang membahagiakan dirimu di akhirat nanti. 
-Ali Bin Abi Thalib-


Kutipan di atas saya dapatkan dari ebook Tips & Trik Membuat Artikel Layak Jual Aan Herdiana dan Novi Mulyani. Rasanya cukuplah menjadi salah satu motivasi agar kita menulis dengan niat yang benar; menulis sesuatu yang akan membahagiakan diri kita di akhirat kelak. Maknanya, menulis untuk kebaikan. Menebar manfaat dan ilmu melaluinya. Bukan mengumbar aib apa lagi mengandung ajakan pada perbuatan buruk. TULISAN juga bisa menjadi hiburan. Namun tetap harus terselip kebaikan dan manfaat di dalamnya. Alangkah sedih jika apa yang kau tulis menjadi pemberat timbangan dosa nantinya.

Ada beberapa kutipan lain yang menarik dalam ebook tersebut, yang kesemuanya merupakan kata-kata penyemangat bagi seseorang yang ingin menulis. Terutama untuk yang berkeinginan menulis artikel dan mengirimkannya ke media cetak maupun online

Bagaimana cara menulis artikel? Saya akan mengulasnya pada postingan ini. Tepatnya membahas mengenai cara mudah membuat artikel.


Apa itu artikel? Artikel adalah karya tulis lengkap, misalnya laporan berita atau esai dalam majalah, surat kabar dan sebagainya (Aplikasi KBBI V).  Satu bentuk tulisan yang lahir dari pikiran seseorang tentang suatu hal atau peristiwa yang terjadi. Ditulis dengan sistematis dan terarah. Sederhananya, artikel merupakan tulisan yang runut, informatif dan mengandung solusi.

Belajar MENULIS, termasuk menulis artikel kuncinya adalah banyak membaca dan dilanjutkan dengan praktik. Saya menulis artikel ini juga dalam rangka belajar. Salah satu tugas dari WrC, kelas menulis yang baru-baru ini saya ikuti. Setelah membaca sebuah buku mengenai pembuatan artikel, kemudian saya menuliskan kembali hasil bacaan tersebut ke dalam bentuk artikel. Oleh karenanya, mari sama-sama kita membaca dan menulis 😊

Kapan waktu yang tepat menulis sebuah artikel? Idealnya, jika artikel yang akan kita tulis bertujuan untuk dapat dimuat di surat kabar atau majalah, maka waktu yang tepat adalah ketika isu atau peristiwa yang akan kita bahas, baru saja terjadi. Sedang hangat-hangatnya. Sebenarnya, tidak harus berdasarkan pada peristiwa, menulis artikel juga dapat membahas mengenai segala hal di sekitar kita. Tinggal bagaimana cara kita memaparkannya, sehingga bernilai manfaat.

Mengapa harus menulis artikel? Ada banyak alasan mengapa harus menulis artikel. Tergantung pada niat dan keadaan seseorang juga tentunya. Seperti saya, membuat artikel ini karena tugas kelas menulis yang harus saya selesaikan. Tapi sering kali karena saya ingin mengkritisi suatu permasalahan. Bisa juga karena merasa perlu memberikan pandangan dan penyelesaian terhadap suatu hal. Atau bagi yang membidik honorarium, menulis artikel tentu bertujuan supaya menghasilkan pundi-pundi uang. Ada pula yang hanya sekadar hobi. Banyak alasan mengapa menulis artikel. Kamu tinggal tentukan sendiri alasannya.

Dimana seharusnya kamu menulis artikel?
Jawabannya dimana saja. Kalau berkenaan dengan menuliskannya, kamu bisa menulis dimana saja seperti kebiasaan kamu. Di waktu atau tempat khusus seperti kamar, perpustakaan dan sebagainya. Kalau saya bisa di mana saja. Karena saya membiasakan diri memanfaatkan waktu dan kesempatan sekecil apapun untuk menulis. Maklum, saya punya baby dan mesti mengurus 3 anak lainnya. Tak ada waktu khusus yang bisa saya sediakan untuk menulis. Sesempatnya.

Kalau berkenaan dengan tujuan. Maka menulis artikel bisa ditujukan pada media atau surat kabar tertentu. Baik online atau cetak. Yang perlu diperhatikan adalah syarat dan ketentuan media tersebut agar artikel layak muat. Biasanya ada kolom khusus artikel yang disiapkan media. Diterbitkan seminggu sekali atau tiap hari.



Bagaimana cara membuat artikel?
Dalam ebook Tips & Trik Membuat Artikel Layak Jual, Aan Herdiana dan Novi Mulyani menuliskan tentang persiapan membuat artikel, yakni:
1. Mengendapkan ide
2. Mengumpulkan bahan
3. Membuat kerangka artikel


Menurut hemat saya, 3 langkah tersebut merupakan satu kesatuan dalam rangka membuat kerangka artikel. Mengendapkan ide dan mengumpulkan bahan adalah proses membuat kerangka karangan.

Pada umumnya kerangka karangan terdiri dari tiga bagian: pendahuluan, pembahasan dan penutup. Namun akan lebih sistematis dan rinci, jika tiga bagian ini dijabarkan lebih khusus sehingga lebih mempermudah kita menulis artikel nantinya.

Oh iya, bagi saya, menulis kerangka karangan secara detail dan matang, sama dengan 80% penyelesaian artikel. Jadi letak kesempurnaan pembahasan, ide dan solusi semestinya sudah jelas dalam outline atau kerangka artikel. Secara rinci, Aan dan Novi menjabarkan kerangka karangan sebagai berikut:

1. Ide (ide atau tema bisa berasal dari mana saja. Berupa berita viral maupun hal-hal kecil lainnya yang perlu disoroti).
2. Topik (Subjek yang dibahas dalam sebuah teks: KBBI V)
3. Tesis (Pernyataan atau teori yang didukung oleh argumen yang dikemukakan dalam karangan: KBBI V)
4. Judul (Membuat judul yang menarik bisa jadi mengandung kontraversi atau diksi yang tak biasa, mengandung pertanyaan yang menggugah rasa ingin tahu jawabannya).
5. Kerangka artikel, dengan merujuk pada pola 3P dan rumus ABC (3P = Pendahuluan, Pembahasan, Penutup. ABC = pola pembahasan runut)
6. Referensi (artikel merupakan karangan ilmiah yang sudah seharusnya memiliki referensi sebagai pendukung argumen). (Hal. 37).


Lebih rinci, kamu bisa baca dalam ebook Tips & Trik Menulis Artikel Layak Jual dalam aplikasi IPusnas. Free kok 😁

Baca juga: 
➡️ Buku Wajib Baca untuk Menulis Cerita Anak
➡️ Menulis Anti Galau, Tanpa Stagnan

Dalam artikel kali ini, saya menggunakan cara yang menurut saya lebih simple. Tidak lepas dari 3P dan dirincikan lagi dengan rumus dasar membuat berita, yakni 5W + 1H.

Pada pembukaan artikel ini, saya menuliskan sebuah kutipan sebagai Lead/pembuka artikel. Saya berharap lead ini mampu menarik perhatian pembaca untuk terus membaca. Pada pembahasan saya menggunakan rumus 5W + 1H:

1. Tema: Artikel
2. Sub tema: cara membuat artikel
3. Judul: Cara Mudah Membuat Artikel
4. Pengantar: "Semua penulis akan mati. Hanya karyanya yang akan abadi. Maka tulislah sesuatu yang membahagiakan dirimu di akhirat nanti." Ali Bin Abi Thalib.

5. Isi:
What (apa yang akan dibahas? Tentang cara mudah membuat artikel.)
Who (siapa pelaku? Dalam hal ini saya sendiri sebagai penulis artikel.)
When (kapan seharusnya menulis artikel?)
Where (Di mana menulis artikel? Saya membaginya dalam dua makna, di mana tempat menuliskan artikelnya, dan ke mana tujuan artikel tersebut akan di terbitkan?)
Why (Mengapa harus menulis artikel?)
How (Bagaimana cara menulis artikel?)

6. Penutup (solusi dan harapan penulis.) 


Dengan rumus tersebut, artikel sudah sangat memenuhi syarat. Terstruktur dan utuh. Akan lebih mudah pembahasannya jika tema yang diangkat mengenai peristiwa yang terjadi.


Membuat ARTIKEL tidak sesulit yang kita pikirkan. Asal mau belajar dan praktik. Asal mau membaca dan menulis, maka akan jadilah sebuah artikel. Hanya saja, menulis artikel memerlukan daya kritis yang tajam, dan keseriusan yang tinggi. Perlu referensi yang harus didalami.

Demikian sedikit pengalaman yang dapat saya bagi. Saya juga masih terus belajar. Salah satunya dengan ikut WrC dan memaksa diri untuk semangat membaca dan terus menulis.

Jika kamu ingin menjadi penulis, kamu harus melakukan 2 hal: MEMBACA yang BANYAK dan MENULIS yang BANYAK. 
-Stephen King-



#sahabatWrC
#WrCSBJBProfesiB181
#pekan2

29 Komentar

  1. Terimakasih sharingnya Mba, saya harus belajar banyak-banyak iniii 😁

    BalasHapus
  2. Waaah ikut WrC juga? aku ikut dulu 2x kayaknya. Habis itu ga sempet lagi. Keren. Jadi semangat nulis tiap hari hehehehhe makasih tips dan triknya, Mbak. Saya paling ga bs nulis panjang2 begini hix. Pengin deh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baru pertama ikut WrC ini Mbak. Masih ngos-ngosan ngikutin ritmenya.

      Hapus
  3. Di kepala ada banyak ide nih, tinggal nyontek template nya dari blog Kak Deris ini. Makasih tipsnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama Mbak Alvianti Makasih sudah mampir 😊

      Hapus
  4. Layak di bookmark tulisan ini mbak. Aku juga sambil belajar. Selama ini nulis, nulis aja gak ngerti ada kerangkanya. Tapi selalu memastikan bermanfaat. Thank you, mba.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lebih terstruktur dan terarah saja kalau pakai kerangka. Terima kasih sudah mampir di blog saya 😊

      Hapus
  5. Nice info. Memang kalo menulis artikel itu nggak bisa asal tulis yang penting jadi tulisan ya. Harus nyambung judul dan isinya, isinya pun harus bermanfaat buat yang baca. Trims mba..

    BalasHapus
  6. wah makasih tipsnya mba, jadi keinget dulu jadi kuli pena (penulis artikel) di salah satu media online. terus sering banget kena getok editor karena ada kesalahan penulisan haha. baca ini, jadi inget masa-masa itu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Keren deh Mbak udah pernah jadi kontributor. Aku belum berani. Takut gak konsisten.

      Digetok esitor itu so sweat lah 😅 ada yang baca dan mau kasih masukan.

      Hapus
  7. Saya juga masih terus belajar Mbak. Benar yang Mbak Deris bilang. Membaca yang banyak dan menulis yang banyak. Hal itu akan semakin memperkaya wawasan kita. Terima kasih sharingnya, bermanfaat sekali buat saya yang masih pemula.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya juga pemula. Masih harus banyak belajar. Terima kasih sudah mampi 😊

      Hapus
  8. Rasa-rasanya aku belum pernah menulis artikel. Sejauh ini masih menyukai tulisan curhatan berdasarkan pengalaman. Tapi mulai penasaran buat coba. Apalagi banyak job freelance buat penulis artikel. Kan lumayan yaaa ... Hehehe ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayuk mb dicoba. Yang pasti perlu kritis dan konsentrasi.

      Hapus
  9. Harus dicoba nih tips & triknya. Makasih banyak paparannya. Selama ini saya lebih suka menulis fiksi. Sesekali kayaknya harus coba nulis artikel.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mari dicoba Mbak. Senang kalau tulisan saya ini bermanfaat.

      Hapus
  10. Terima kasih sharingnya, Mbak. Formatnya itu juga biasa aku pakai bikin outline tulisan di blog. Dengan outline tulisan jadi lebih terarah dan runut ya. Cuma belum pede nih bikin artikel untuk media massa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hayo bikin lah Mbak. Sekalian menguji kemampuan diri 😊

      Hapus
  11. Menulis adalah bekerja untuk keabadian

    BalasHapus
  12. Waktu yang tepat menulis artikel niii yang aku engga konsisten. Kadang di HP, sambil duduk di sofa. Kadang serius, buka laptop. Kadang cuma oret-oret mind map aja di notes, tapi eksekusinya entah kapan...Makasih ya tipsnya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lanjut eksekusi dong Mbak. Sayang ide dan coret2annya.

      Hapus
  13. Nice post mba.. bisa dipraktekkin nih. yg paling sulit ada memulai dan konsisten utk menulis

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali. Tapi setidaknya, upgrad ilmu dulu.

      Hapus
  14. Terima kasih sharingnya Mbak, bermanfaat banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama. Senang sekali kalau tulisan saya bermanfaat. Makasih sudah mampir Mbak Ayubith.

      Hapus
  15. bermanfaat sekali untuk pemula seperti saya

    BalasHapus

Silakan berkomentar dengan baik dan bijak. Terima kasih sudah mampir dan meninggalkan jejak 🤗