Bermula dari tantangan menulis Milad Kabol 3, yang diadakan selama 22 hari dengan 22 hadiah untuk 22 orang pemenang, saya bertekad untuk mengikuti tantangan tersebut. Tentu berkeinginan full  hingga akhir, akan tetapi dijeda melahirkan si kecil Arumi, saya harus berlapang hati hanya sanggup mengikuti hingga hari ke 17.

Kabol adalah sebuah grup kepenulisan yang ada di facebook. Saya bergabung ke grup ini, memang berniat untuk menantang diri agar aktif menulis. Mengapa Kabol? Karena di sini selalu diadakan tantangan menulis nyaris setiap hari. Tidak selalu ada hadiah seperti #TantanganMiladKabolMenulis3 ini, akan tetapi tetap menjadi asupan semangat untuk terus menulis.

Pada awalnya, saya ingin menjadi salah satu sponsor yang memberikan hadiah pada tantangan ini, namun terlambat, infonya baru terbaca setelah posisi sponsor terisi penuh.

Kemudian ketika satu persatu Mbak Ade Rakhma Novita Sari, sebagai admin grup Kabol, mengumumkan pemenang di grup facebook Sahabat Kabol Menulis, tentu saja saya menanti. Hingga tiba pengumuman untuk hari keenam, nama saya tertulis manis sebagai pemenang. Hadiahnya uang tunai sebesar 50 ribu. Alhamdulillah, tentu saya merasa senang.

FB Sahabat Kabol Menulis

Berikut pertanyaan tantangan milad kabol menulis 3 beserta jawaban (tulisan) saya yang terpilih sebagai pemenang:

Bagaimana caramu atasi rasa minder ketika menerbitkan (posting) tulisanmu?

Kamu pernah mengalami ini? Sebagai penulis pemula, saya pernah merasakannya. Ragu dan merasa tidak percaya diri. Bagaimana kalau tulisan saya membuat orang salah paham? Bagaimana kalau tulisan ini ada yang nyiyirin? Bagaimana kalau didebat? Bagaimana kalau tidak ada yang baca, alias tak ada respon? Demikian pertanyaan dan ketakutan yang menguasai.

Hal ini sangat wajar. Karena tulisan sama saja dengan perkataan dan isi dari kepala kita. Maka setiap apa yang kita posting nantinya, harus dipertanggung jawabkan. Lalu bagaimana saya mengatasi perasaan ini?


Tumbuhkan kepercayaan diri dengan memperbaiki kualitas tulisan
Sebelum menekan tombol share/posting, pastikan untuk membaca ulang, memperbaiki ejaan, rangkaian kata dan mencoba mengartikan tulisan kita dari sudut pandang berbeda. Sudut pandang pembaca atau arah pemikiran lain. Setelah merasa yakin semua sempurna, barulah lanjut membagikannya.


Luruskan niat
Yakinkan diri untuk selalu memosting tulisan yang bermanfaat. Sehingga meski sedikit tetap memberi kebaikan bagi yang membaca. Walau ada saja yang tidak setuju dengan pendapat kita nantinya, tidak masalah. Karena tidak semua orang akan berpikiran sama. Toh, kita hanya mencoba memberi kebaikan menurut versi kita. Ibarat dakwah, kita hanya berkewajiban menyampaikan sesuai syari'at. Masalah orang akan menerima atau tidak, mutlak hak Tuhan membuka hatinya untuk memberikan hidayah atau tidak.

Dalam buku 'Kreatif Menulis Cerita Anak,' pada artikel pertamanya Titik membahas tentang menulis sesungguhnya adalah berkarya batin. Profesi menulis tidak sama dengan profesi lainnya, sebab menulis artinya berkarya ruhani, lebih banyak menggunakan kemampuan mental/spiritual daripada fisik (hal. 26).

Maka sebagai hasil olah batin, tulisan hendaknya tetap setia pada tugasnya untuk memberikan manfaat kepada umat manusia (hal. 27).


Menulis sama dengan berbicara, maka beranilah bertanggung jawab
Ini sejalan dengan apa yang ditulis Titik dalam buku 'Kreatif Menulis Cerita Anak,' tentang kode etik atau tanggung jawab penulis terhadap tulisannya.

Seorang penulis harus siap mental menanggung risiko berupa bantahan, bahkan kecaman pembaca terhadap apa yang ia tulis. Setidaknya ada tiga hal yang merupakan kode etik menulis, yaitu: unsur informasi, unsur edukasi/pendidikan dan unsur hiburan. (hal. 18).

Ulasan lebih lengkap ada di sini 👉 Buku Wajib Baca untuk Menulis Cerita Anak

Menulis dan posting saja.
Tak masalah ada yang membaca atau tidak. Ada yang merespon atau tidak. Saya sependapat dengan Mbak Ratu Kemala:

Tulisanmu akan menemukan jodohnya. Maka sebagaimana rumus perjodohan, teruslah memantaskan diri (memperbaiki tulisan), agar kelak menjumpai jodoh terbaik.

Luruskan niat, tulis, baca ulang, edit, baca sekali lagi, lalu share! Itu sudah alur yang sempurna. Jika tidak ada respon, baik like atau komentar, teruslah menulis. Hal itu bukan berarti tulisan kita tidak dibaca orang. Ia hanya belum menemukan jodohnya. So, semangat ya. Buang jauh rasa mindermu, fokus pada menulis dan berbagi.

#TantanganMiladKabolMenulis3
#Day6
#HotMom

Palembang, Jumat, 6 Desember 2019

2 Komentar

  1. Suka banget sama quote di dalam foto pertama. Jadi penasaran nih, sama Kabol. Aku intip dulu fbnya. Terima kasih untuk inspirasinya. Selamat atas kemenangannya

    BalasHapus
  2. Terima kasih sudah mampir Mbak @FaridaPane Ayo ikutan Kabol. Sama-sama menantang diri buat terus nulis 😊

    BalasHapus

Silakan berkomentar dengan baik dan bijak. Terima kasih sudah mampir dan meninggalkan jejak 🤗