muyass.com
Berbicara tentang cinta tak akan pernah habisnya. Karena ia bersumber dari perasaan. Ada yang menganggapnya topik klise, namun tak dapat dipungkiri, cinta membuat hidup lebih hidup. Dengannya seseorang dapat bertahan, meski dalam kelukaan. Topik klise ini, bahkan mampu membuat seseorang mengakhiri kehidupannya sendiri. Jadi, se-klise apapun CINTA ia akan tetap menjadi pembicaraan yang menarik, sebab cinta merupakan sesuatu yang dimiliki setiap manusia. Perasaan yang mampu merubah manusia menjadi baik atau buruk.

Salah satu buku yang mengangkat tema ini adalah buku Antologi Kebaikan Cinta, pemenang cerita fiksi ibu-ibu doyan nulis (grub facebook IIDN). Ada enam orang penulis yang menjadi kontributor, dengan 11 cerpen yang sarat makna.


Saya salah satu pemenang ke-4. Tadinya sempat bingung karena penulisan nama saya salah. Namun setelah dikonfirmasi, ternyata benar itu saya. Cerpen yang saya tulis dalam buku ini ada dua.

1. Cerpen “Takdir di antar Dua Hati”


Berkisah tentang kehidupan Azkiah Rashna, yang terjebak dalam lingkaran poligami. Berikut kutipan cerpennya:

       Bulan itu selalu indah bagiku. Warnanya kelam namun menjadi hiasan sempurna di langit hitam. Teman terakrab hari-hari sepiku. Bentuknya menjadi petunjuk, ketika ia penuh melingkar itu pertanda habis masaku bersamanya. Dimulailah penantian dalam diam dan sepi.
Aku tak pernah bisa menikmati sinar bulan purnama dengannya. Lelaki terbaik yang paling kusayangi selain Bapak. Sebab hubungan kami seperti ikatan sunyi yang cukup aku, dia, dan dua saksi yang tahu. Ikatan yang suci namun diselimuti sedemikian agar tak tampak pada orang-orang terdekatnya. Tapi malam ini berbeda. Ia bersamaku. Kami sama-sama menatap purnama penuh. Kusandarkan kepala dibahunya.
“Maafkan aku tak bisa memberikanmu kebahagiaan, Dik,” ucapnya pelan. Pembicaraan ini terasa berat bagiku. Entahlah. Aku menggeleng. Kurangkul lengannya erat.
“Aku sangat bahagia bersamamu. Aku tidak meminta apa-apa lagi.” Kami bertatapan. Ia lalu mengecup keningku. Hangat.
“Dik, aku telah membicarakan tentangmu dengan istriku,” ucapnya kemudian. Aku terkesiap. Kuangkat kepala dan menatapnya. Jantungku berdegup tak terkendali. Ada rasa bersalah, ada rasa takut kehilangan yang serta-merta menyusup di hati. Kedatangannya di hari yang tak biasa ini memang membuatku curiga. Dan ternyata, kabar ini yang kudengar....

Bisa membayangkan bagaimana keadaan Azkiah? Siapakah dia? Kelanjutannya bisa dibaca langsung di buku Kebaikan Cinta. Ada nilai keikhlasan, kasih sayang dan kejujuran dalam cerpen ini. Cerita yang menghantarkan kita untuk memandang sudut lain poligami. Selain cerpen ini, cerpen “Memeluk Keikhlasan” karya Mbak Rizka Agnia Ibrahim, juga mengangkat kisah poligami.

 2. Cerpen “Yumna Memetik Bunga Kertas”


Cerpen ini pernah diterbitkan di Koran Sumatera Ekspres, saya tuliskan keterangan ini di bagian bawah buku. Mengisahkan tentang bakti seorang anak kepada orang tuanya. Bakti yang harus dibayar dengan merelakan masa depan dan kebahagiaannya. Bagaimana kisahnya? Berikut penggalan cerpen ini:

          Embun pagi masih menempel didedaunan. Meski matahari telah sepenggal naik, cahayanya yang hangat belum sepenuhnya terasa. Jari-jari putih nan lentik mengibas embun di daun-daun bougainville, tak terkecuali pada kelopak bunganya. Yumna gembira merasakan sejuk di ujung jari dan dingin hingga terpercik ke muka. Mengenai hidung mancung dan bibirnya yang ranum. Ia tersenyum. Merasai kebahagiaan pagi yang menjalari hati. Begitu saja indahnya.
Bunga kertas adalah bunga yang spesial bagi Yumna. Bapak dan Emak menyukai bunga itu. Yumna masih selalu mengingat kehangatan bapak saat menggendongnya dulu semasa kecil. Berlari  mengelilingi taman bougainville dan memetikkan bunga berwarna cantik itu untuknya. Suatu ketika, bapak pernah berkata bahwa bunga ini memang tidak wangi, tapi ia cantik dan juga kuat, bahkan di musim kemarau ia tetap bertahan dan berbunga.

          Bukan hanya karena saya salah satu kontributor buku ini, sehingga saya sangat menyarankan anda untuk membaca dan membelinya. Namun lebih dari itu, sesuai judulnya, buku Kebaikan Cinta memang sangat layak dibaca sebagai pencerahan hati dan cara pandang terhadap kehidupan. Tidak hanya perempuan, laki-laki juga layak membaca kumpulan cerpen ini. Sebagai suami, sebagai calon suami atau sebagai seorang ayah, kisah-kisah dalam buku ini akan mampu membuat anda berpikir lebih dalam tentang memaknai perasaan. Hanya ada satu kekurangan buku ini: kurang tebal. Sangking hanyut membaca setiap ceritanya, tak terasa sudah sampai di lembar biodata. 

muyass.com
KETERANGAN BUKU

Judul
Kebaikan Cinta (Pemenang Lomba Cerita Fiksi Grup Facebook Ibu-Ibu Doyan Nulis)
Penulis: 
Annisa Tang, Tatiek Purwanti, Widia Endang N, DerisAfriani, 
Muyassaroh, Rizka Agnia Ibrahim
Penerbit
 Najmu Books Publishing
Cetakan
Pertama, Februari 2019
Editor
Diba Tesi Zalziyati 
Penata Letak
Ibnu Nurdin
Sampul
Sona Purwana
Halaman
vi + 159
Ukuran
21 cm x 14 cm


So, saya sangat menyarankan untuk ikut pembelian secara Pre Order sekarang.
 Karena antologi ini hanya cetak terbatas. 
Area Palembang, silahkan hubungi saya untuk pemesanan. 
Bisa tinggalkan komentar pada kolom di bawah.






5 Komentar

  1. Wah.. Menarik sekali, Mbak ����

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sayang ya Mbak kalo gak baca buku ini. Terima kasih sudah mampir 😊

      Hapus
    2. Terima kasih juga buat fotonya ya Mbak Muyass heee

      Hapus
  2. Keren nih Mbak Deris. Berani mengangkat tema poligami. Saya belum berani nulis tentang itu, hihi. Memang sih ada banyak kisah berkaitan dengan poligami dan sisi positifnya yg sebaiknya direnungkan. Sip.

    Bukunya kurang tebal, hehe. Betul. Kurang, euy tapi overall baguusss

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di sekitar saya banyak yang mengalami poligami Mb. Termasuk nenek juga dipoligami. Jadi suka membayangkan, mendalami perasaan mereka. Tema yang mengusik he he he. Bener kan kurang tebal 😄 kurang bacanya. Bagus sih.... tq. Dah mampir 😊

      Hapus

Silakan berkomentar dengan baik dan bijak. Terima kasih sudah mampir dan meninggalkan jejak 🤗