Bbanj.net
Anak-anak sudah sekolah semua. Yang besar usia 9 tahun kelas 3 SD. Yang kedua usia 6,5 tahun TK A. Yang ketiga usia 4,5 tahun Play Group. Semuanya sekolah ditempat yang sama. Kebetulan saya juga mengajar di sekolah TK tersebut.

Dulu saat anak pertama mau sekolah, saya dan suami memilih dengan pertimbangan yang matang. Sempat melakukan kesalahan, karena menyekolahkan anak terlalu dini. Usia 3,5 tahun sudah di TK kan. Alhasil anak tertekan dan mogok sekolah.

Sejak itu banyak-banyak cari info tentang kapan sebaiknya menyekolahkan anak. Akhirnya usia 5 tahun disekolahkan di sekolah yang lain, TK A setengah tahun, lanjut TK B.

Alhamdulillah kakak Harits senang sekolah disana. Banyak kemajuan dan selalu riang. Lancar membaca diusia 6,3 tahun dan masuk SD usia 6,5 tahun.

Dari pengalaman memilih sekolah untuk anak, saya memiliki beberapa pertimbangan dengan suami, yaitu :

1. Pilih sekolah yang gurunya mengajar dengan hati. Bukan bermanis-manis wajah tapi ngoceh di belakang. Pada umumnya, seorang guru yang agama dan ibadahnya bagus. Itu kalau pengamatan saya.

2. Pilih sekolah dengan sistem pembelajaran yang menyenangkan. Anak-anak bahkan tidak merasa kalau belajar. Ditanya belajar apa? Dia bingung jawabnya. Tapi ketika ditanya, di sekolah main apa? Jawabannya panjang kali lebar. Kegiatan bersama guru yang disebutnya bermain.
Njfamily.com
3. Pertimbangkan biaya sekolah. Apakah sesuai dengan kemampuan atau tidak. Karena kalau memaksakan diri bisa berakibat putus sekolah.

4. Pertimbangkan jarak tempuh ke sekolah. Kalau terlalu jauh jadi tidak efektif. Anak dan kita yang mengantar bisa kelelahan.

5. Harga bukan pengukur kualitas. Mahal belum tentu bagus. Meskipun fasilitas lengkap, namun banyak aspek lain yang harus dipertimbangkan.

Ada beberapa perimbangan lain. Mungkin lain waktu saya tambahkan. Saat ini badan sedang tidak fit. Semoga bermanfaat.
---

#satuharisatukaryaiidn

0 Komentar