Foto diambil dari google

Dua hari lalu, timeline facebook saya menampilkan kembali kilas balik beberapa status saya ditahun-tahun sebelumnya. Salah satunya adalah postingan tentang dirindukannya masjid ramah anak. Postingan itu hasil copy paste pesan broadcase salah satu teman bbm saya. Setelah ijin terlebih dahulu tentunya.

Mengapa saya ingin membahasnya? Karena pada suatu pagi yang cerah, di sebuah pengajian umum, saya menyaksikan kejadian 'kecil' yang membuat hati saya terasa berdenyut nyeri. Ada rasa sakit yang hadir disana. Bahkan bisa jadi kejadian 'kecil' ini berdampak besar pada si anak.

Seorang Ustadz baru saja akan memulai ceramahnya. Usai mengucap salam beliau lanjut menjelaskan satu ayat Alqur'an mengenai keutamaan membalas kebaikan dengan kebaikan pula. Penjabarannya terjeda ketika seorang anak laki-laki, saya kira usianya 7 atau 8 tahun, masuk ke masjid dan langsung duduk ditengah masjid, tepat menghadap ke arah Ustadz.

Terus terang saya tidak menyadari kehadiran anak itu. Meskipun tepat di depan saya juga, berjarak 3 meter dihadapan saya. Posisi saya juga tepat di depan Ustadz, tapi dengan jarak lumayan jauh. Karena saya di shaff wanita. Karena fokus kepada Ustadz dan pemaparannya.

Saya baru mengalihkan perhatian dari sang Ustadz ketika dengan sangat tidak ramah ia mengusir anak itu. Ia menghentikan ceramahnya dan bertanya pada si anak,

"ssst, kamu ngapain? Keluar. Keluar sana!"

Saya dan jamaah lainnya menjadi fokus pada sang anak. Seorang jamaah laki-laki segera menggandeng sang anak dan mengajaknya keluar.

Hati saya serasa teriris menyaksikannya. Mengapa harus diusir? Toh dia tidak mengganggu. Kalaupun posisi duduknya yang tidak tepat, atau caranya duduk yang kurang sopan, kan bisa diarahkan bagaimana sebaiknya. Tidak diusir begitu.

Foto diambil dari google

Saya jadi berpikir bagaimana perasaan sang anak? Apa yang terekam dan tersimpan di dalam hatinya? Bisa jadi kedepannya ia akan takut masuk masjid. Ada semacam trauma yang terlanjur terukir.

Saya jadi berpikir, seandainya saya adalah orang tua anak itu, sungguh saya akan kecewa. Mungkin sebagian jamaah ada yang sependapat dengan saya. Tapi apa yang bisa saya--kami--perbuat, sudah terjadi.

Andai saja anak itu dibiarkan saja, barangkali ceramah Ustadz ada yang meresap ke hatinya dan menjadikannya anak yang sholeh. Setidaknya biarkan ia merasa nyaman di masjid, di rumah Alloh. Biarkan ia menjadi terbiasa keluar masuk masjid sejak dini, hingga kelak disaat dewasa ia menjadi biasa mendirikan shalat berjamaah dan menghidupkan masjid.

Ada banyak kemungkinan baik dengan membiarkannya ada ditengah kajian agama, dengan membiarkannya akrab dengan masjid. Banyak riwayat yang mengisahkan cara Rosululloh yang begitu memuliakan dan menyayangi anak-anak.

Maka dari pengalaman ini, saya kembali ingin memposting tulisan masjid rindu anak ini. Semoga penulisnya mendapatkan berkah dari Alloh SWT.

Foto diambil dari google

DIBUTUHKAN ! MASJID RAMAH ANAK

1| Saya ingin berbagi pengalaman kawan sy yg berjuang agar anak2 punya hak utk berada di dalam #masjid

2| Sudah bukan menjadi rahasia lagi betapa kadang anak2 kehadirannya tidak begitu diharapkan di dalam #masjid

3| Anak2 dianggap pengganggu kekhusyukan dalam beribadah. Sehingga bahkan ada masjid yg terang2an menulis larangan anak masuk #masjid

4| Bahkan ada orang dewasa yg tak segan2 menghardik & mengancam mrk jika bermain dan bercanda. Masjid pun menjadi tempat menyeramkan #masjid

5| Anak2 pun mncari tmpt alternatif hiburan.Pilihannya playstation & game online.Prmainan mnyenangkan. Pnjaganya pun menyambut ramah #masjid

6| Akhirnya pihak masjid pun susah mencari kader remaja masjid. Banyak remaja yg menolak, sbb waktu kecil sll dimusuhi saat di #masjid

7| Sifat Allah yg Maha Rahman tak muncul dlm perilaku sebagian pengurus masjid yg galak dan suka bentak anak #masjid

8| Anak2 lebih mengenal Allah yg Mahakeras siksanya dibandingkan Maha RahimNya. Sbb mrk banyak dihukum dan dimarahi jika bermain2 di #masjid

9| Pun jika ada anak yg sungguh2 ibadah. Ternyata banyak mereka yg tak layak ada di shaf depan. Padahal mereka datang sejak awal. #masjid

10| Padahal hak ada di shaff depan adalah yg datang duluan, bukan berdasarkan usia #masjid

11| Kadang saat sholat jumat pun, khatib lupa menyapa anak2. Lebih fokus kepada jamaah dewasa. Anak2 dianggap warga kelas dua. #masjid

12| Masjid sbg pusat display agama, seharusnya menjadi tmpt utk mengajarkan hakikat islam sesungguhnya : kasih sayang dan keramahan #masjid

13| Tidak berminatnya remaja saat ini terhadap Islam, sebagian besar krn trauma di masa kecil akan tampilan islam khususnya di #masjid

14| Masjid kalah bersaing dgn mall, warnet dan tempat permainan lain dimana penjaganya ramah dan murah senyum. #masjid

15| Banyak jamaah berebut menjalankan sunah di masjid. Lupa akan sunah yg lain yg diajarkan rasul : memuliakan anak2 #masjid.

16| Sungguh indah saat rasul membawa cucunya, umamah dan husain ke masjid. Digembirakan mereka dgn digendong seraya bermain di #masjid

17| Demi memuaskan husain bermain di masjid, Rasul melamakan sujudnya agar ia puas menungganginya seperti kuda. Tak memarahinya. #masjid

18| Sahabat menduga lamanya sujud akibat datangnya wahyu. Mereka salah. Rasul menyengajakannya supaya anak2 puas bermain di #masjid

19| Kisah2 Rasul yg memuliakan anak di masjid mngkn jarang trdengar/sengaja dilupakan sbagian orang. Pdhl mrk mngaku pncinta rasul #masjid

20| Alhamdulillah stlh banyak dialog dgn pengurus masjid yg melarang anak2, akhirnya ada jg yg tercerahkan meski awalnya marah2 #masjid

21| Bahkan ada yg berinisiatif membuat ruang bermain bg anak2 serta menyediakan pampers bagi anak2 #masjid

22| Biarlah anak betah bermain di masjid daripada memilih bermaih di tempat lain yg menjauhkan mereka dr agama. #masjid

23| Jk sudah merasa nyaman di masjid. Barulah buat peraturan. Kpn harus bermain dan kapan harus ibadah. Mereka tentu bisa menerima #masjid

24| Indahnya jk anak2 saat waktu luang, izin ke ortunya untuk pergi ke mesjid. Berlama2 disana. Masjid pun ramai. #masjid

25| Orang dewasa lain yg malas ke masjid pun jadi bergairah melihat masjid yg ramai. Jadilah setiap masyarakat memakmurkan #masjid

26| Jk masjid ramai, mk tak ada lagi yg ribut dgn konser lady gaga. Sebab masyarakat sepakat menolak. Mrk semua hatinya terpaut ke #masjid

27| Jd dr skrng, mari buat masjid sbg tempat yg nyaman, ramah, bersih dan menyenangkan bagi anak2. Kelak mereka yg akan memakmurkan #masjid

28| Jk sudah terlanjur, bikin iklan ke warnet2 dan gameonline, bahwa masjid skrng punya tempat bermain. Niscaya warnet sepi #masjid

29| Mudah2an ada pengurus masjid yg baca tweet ini dan memulai gerakan ajak anak ke #masjid. Saya berdoa semoga terwujud. Amiin....

@dapat copas teman bbm : Kang Tahyar

0 Komentar