Sudah lama pengen nulis ini, barangkali bermanfaat buat yang pertamakali mau naik pesawat. Pengalaman ini juga pertamakali buat saya. Pertamakali naik pesawat, pertamakali ke luar negeri. Rasanya seperti mimpi, ternyata dengan Avail, BISA!



Untuk naik pesawat tentu kita harus sudah beli tiketnya ya. Heeee. Sayangnya bagian ini saya terima beres. Semua yang urus Buk Yanti yang punya Center avail Palembang. Kalo gak salah, Beliau pesan tiket via online. Kami beli tiket pesawat AirAsia. Nanti kapan-kapan kalau sempat saya bahas ya.




Otw ke bandara sekalian nganter kakak Harits sekolah. Eh, nyampe KM.12 baru inget kalo jaket ketinggalan. Tadinya saya gak mau balik lagi ambil jaket doank. Tapi suami kekeh mau putar balik. Dia tau banget kalo saya gak kuat udara dingin. Jaket ini buat persiapan di Genting, Malaysia.




Sampe simpang 4 dkt Giant ekspres lihat orang kecelakaan. Duh ya Allah, mana Abi ngebut. Jadi tambah ngeri. Semoga yang kecelakaan tadi gak parah. Aamiin.. Masih dijalan masuk Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang dapat BBM dari Yuk Ana. Telat! Tinggal nunggu daku. Sampe Bandara temen-temen yang lain sudah duluan cek in. Akhirnya aku cek in sendiri. Nah, Untuk Cek in dibutuhkan printout tiket online

Lembar 2

Lembar 1 printout tiket. Saya dapat harga 823rb pulang pergi Palembang-Kualalumpur



Siapkan pasport untuk cek in ya. Karena banyak counter cek in, kalau bingung, jangan ragu buat bertanya sama petugas. Setelah cek in kita dapet boarding pass, yakni tiket masuk pesawat. Disana ada keterangan nomor pesawat dan tempat duduk.


Boarding pass


Setelahnya, jangan lupa bayar airport tex (pajak bandara). Di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang untuk rute Palembang-Kualalumpur kena 100rb (rute internasional), Dan harga tiket saya sudah termasuk airport tex bandara Kualalumpur.Tiap bandara beda-beda tarifnya. 



airport tex Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, rute internasional Palembang-Kualalumpur



Rasanya lega tinggal nunggu keberangkatan. Saat akan masuk ruang tunggu keberangkatan, kami di ruang tunggu khusus AirAsia, kembali dilakukan pemeriksaan barang. Peraturan di AirAsia, penumpang hanya diperbolehkan membawa 2 tas saja kedalam kabin pesawat. satu tas pakaian dll yang tidak boleh lebih dari 7kg dengan dimensi maksimal 56 x 23 x 36 dan satu lagi tas tangan atau tas laptop. Untuk yang membawa barang lebih dari itu bisa membeli bagasi. Harganya 145rb per 20kg. Tas dan seluruh bawaan kita (termasuk hp, kamera dan paspor) harus melalui alat detektor pemeriksaan barang. Kita pun juga diperiksa. Nah, diruang tunggu ini sudah kelihatan pesawatnya. Tak foto deh.


Airasia

Buk Yanti sibuk bagi2 ringgit

Gaya dulu di ruang tunggu, Availian Palembang eyyy



Kami berangkat jam 9.25. Eh, mengamati orang-orang di bandara ini seperti menemukan gaya hidup yang berbeda lho. Beda kelas. Jam 9.45 masuk pesawat. Dapat gade 6 7.a kepisah sama rombongan. Pramugarinya sudah pake bahasa malaysia deh. Rada pusying. Mesti konsentrasi dengerinnya biar mudeng. Nah, english jg eyy. Sayang gak sempet fotoin pramugarinya.


Dari ruang tunggu saya fotokan jalan penghubung menuju pesawat.
Gak tau nama jalannya apa. Kaya lorong gitu.
Gini nih penampakan dalam lorongnya.
Ini penampakan di dalam pesawat AirAsia
Pada sibuk cari kursi masing2. Sesuaikan dg Boarding Pass ya.
Kalau sudah ketemu tempat duduknya, masukan tas bawaan ke bagasi atas.
Ini penampakan belakang kursi di depan kita. Itu meja kecil buat kalo mau makan..
Silahkan baca dulu panduan keamanannya.

Pertama jalan pesawatnya naik. Gunakan sabuk pengaman. tegakan posisis kursi dan tutup meja dihadapan kita. Pramugarinya juga menjelaskan, mencontohkan. Termasuk bagaimana menggunakan pelampung dan oksigen.


Ini tombol di atas kepala kita. Masker oksigen dan pengaturan AC
Panduan keamanan

Panduan keamanan


Sebenarny mau foto kota Palembang dari atas tapi karena banyak asap jadi gak jelas. Saat pesawat mulai terbang, kepala terasa agak pusing, agak nyaring di telinga. Tapi setelahnya santai. Melihat awan itu sesuatu banget heee. 

Foto dari jendela
Sudah dulu ya. Sudah malam. Kapan-kapan saya sambung lagi cerita di Bandara Malaysianya.

0 Komentar