Diambil dari sini :
http://blog.umy.ac.id/esa2/2010/12/01/menulislah-untuk-menjadi-pintar/
Pikiran cuma pengen gimana caranya biar menghasilkan tulisan. Sudah lama gak 'berkarya' rasanya seperti kehilangan separuh jiwa (lebay yah :P). Tapi itu beneran lho. Aku sampe lupa kapan terakhir menulis.

Jiwa menulis ini sepertinya memang sudah ada sejak kecil didiriku ini. Ingat waktu kelas 3 SD, 1 bulan di Rumah Sakit karena kecelakaan. Ayah rajin beliin majalah Bobo. Setiap halaman ku lahap abis. Setiap minggu nungguin penjualnya datang bawa majalah baru. Suka banget sama cerita Nirmala :)

SMP  aku mulai suka nulis, buku harian seeeh sama puisi doang heee. Mulai Suka baca novel, langganan majalah sahabat pena (waktu itu masih harga seribu) dan rajiiin banget kirim surat ; ke  artis cilik sekedar minta foto + tanda tangan, cari kenalan sahabat pena, sampe tukar-tukaran prangko buat filately. Hemmm buanyak prangkoku dulu. Pada kemana ya..

SMA masih terus nulis buku harian. Sensitif semua cerita didalamnya. Banyak tentang cinta terpendam heee jadi malu. Inget saling tuker buku harian sama ke 3 sahabatku ; Dewi, Sri dan yuk Mari. Melangkah sedikit lebih maju, puisiku sering dibacakan di radio Sukses Baturaja. Tulisanku Kerap mengisi Rubrik 'lara hati'. Masa itu penyiarnya Kak wawan. Lumayaaan peningkatan.

Kuliah aku ikut organisasi Pers mahasiswa. LPM Ukhuwah tercinta. Kerjanya ya nulis lagi. But, kuakui di sini aku lebih banyak belajar arti persaudaraan. Nulisnya : masih nol besar *tutup mata*. Masa kuliah ini lah pula aku ikut organisasi kepenulisan Forum Lingkar Pena Sumsel. Di sini baru benar-benar belajar nulis. Ikutan kelas  menulisnya (KCM) sungguh membawa perubahan. Mengenal Mb Azzura Dayana, Umi Laila Sari, Iwanal_farizy, Kak Eqy, Uni Meri, Fatria Agustina, Arin, Baiti, Ida, Rahman, Pak Alpansyah, Kak Koko Nata, Kak Widodo, Jumari, dan masih banyak yang lainnya—maaf ya friend’s gak bisa sebutin satu-satu—menjadikanku tahu arti kerja ikhlas dan kekeluargaan, menjadikanku paham bahwa dengan menulis sesungguhnya kita berdakwah. Love full for FLP.

Nah, sekarang setelah jadi emak2 sekali dua masih berusaha eksis nulis. Pernah menang lomba puisi yang diadakan Pena Santri, sempet kirim-kirim naskah untuk antalogi dan yang rill alhamdulillah dibukukan "Rumahku Rumahmu juga, Sayang" buku ini penulisnya campur. Salah satunya Iwan al farizy dari FLP Sumsel juga :D


Karena jiwa menulis tetap membara (walau redup-redup juga heee) lirik blog kanan-kiri kok pada cakep yah. Jadi kepengen ngeblog juga. Yah akhirnya dengan semangat '45 memberanikan diri ikutan lomba blog (gak menang say :P) Terakhir gabung di KEB : Komunitas emek2 keren abizzzzz. Jujur daku minder lihat postingan dan semangat emak2 di KEB. Anggotanya sering menang lomba blog, menang lomba nulis sampe isi postingan yang berbobot + bermutunya. Bener-bener nyadar diri kalo saya ini belum apah-apah (hiksss).

But, itu bukan berarti saya patah semangat lho. Sekarang saya dalam proses pembelajaran. Saya harus serius berlatih mengasah naluri, semangat dan kemampuan menulis untuk terus berkarya. Di sela kesibukan rumah tangga, saya harus terus menulis, minimal menenangkan hati sendiri yak heee. Gak masalah berbobot atau tidaknya, yang penting nulis dulu lah. Sembari online jalanin bisnis sbg Availian heee (maluuu, masih aja copy paste isi blog jualanku. Gak papa buk Mei ya, ibu kan cantik, baik hati dan murah rejeki :D)

Terakhir, saya hanya ingin menulis. Sebab, semakin banyak menulis maka semakin paham bahwa ternyata ilmu kita belum apa-apa. Semakin banyak menulis sama dengan semakin sadar harus semakin banyak membaca. Percaya deh :)


2 Komentar

  1. wah, banyak pengalaman juga ya mak di bidang tulis-menulis. btw samaan.. aku juga suka baca bobo.. bahkan sampe sekarang, hihi

    BalasHapus
  2. Hiiii hiii, gak banyak-banyak amat Mak. Masih kalah jauh sama yang di komunitas :( Bobo emang ngasikin deh..

    BalasHapus

Silakan berkomentar dengan baik dan bijak. Terima kasih sudah mampir dan meninggalkan jejak 🤗