Izinkan aku tak mendengar bisikanmu
Sebagai yang kau sayang dan menyayangimu
Sebagai orang jauh maupun dekat: Cinta

Terlalu rapat,
Ketika bibirmu meramu kata ditelingaku
Hatiku akan berdesau seperti malu
           Akan menganga seperti bangga
Tapi sesungguhnya bercumbu pada binasa

Adu. Aduh. Senyumku bagai buah apel
Yang enak dimakan,
Legit dan rasanya manis
Aku tersipu,
Setangkap rayu kau kirim buatku
Namun hujan salju mengguyurku
Membekukan senyum buah apelku
Membasuh legit juga manisku
Lalu, biru bibirku
Lalu, pahit buatmu

Izinkan aku tak mendengar bisikanmu
Sebagai yang kau sayang dan menyayangimu
Sebagai orang jauh maupun dekat: Cinta

Terlalu rapat,
Ketika bibirmu menyeduh madu ditelingaku
Hatiku akan berderak seperti patah
Akan meraung seperti marah
Tetapi sesungguhnya memeram sebait asa

Izinkan aku tak mendengar bisikanmu
Karena kau dan aku selalu mengasah rindu
Tanpa berlabuh ke Hulu
Izinkan aku,
Karena madumu masih terasa pahit: Cinta

Palembang, 5 Agustus 2007

0 Komentar