12 Agustus 2013

Berawal dari perkenalan saya dengan pembalut multifungsi avail, keinginan untuk beralih dari penggunaan popok sekali pakai ke popok cuci ulang yang bebas dioxin begitu kuat di hati. Kalau saya sudah mengganti pembalut pasaran dari kertas daur ulang demi pencegahan dan mengatasi masalah kewanitaan saya, maka sudah seharusnya kepada anak-anak tercinta saya juga wajib melakukan tindakan pencegahan dan perawatan kesehatannya.

Anak sulung saya laki-laki. Sekarang sudah menginjak umur 4,5 tahun. Sejak 6 bulan sudah tidak terbiasa memakai popok sekali pakai. Mungkin merasa tidak nyaman, jadi Alhamdulillah sejak umur 8 bulan sudah toilet training. Walau kadang masih menggunakan popok sekali pakai—misal saat akan bepergian—namun intensitasnya sangat jarang.

Lain halnya dengan anak kedua saya. Seorang putri. Sekarang berumur 2 tahun. Masih menggunakan popok sekali pakai. Agak berbeda dengan kakaknya, si adik ini belum sukses toilet training walau sudah diajarkan dari beberapa bulan lalu. Alhasil, ketergantungan kami pada popok sekali pakai tidak dapat dihindarkan. 

Namun, setelah saya mengenal avail dan mengetahui apa itu zat dioxin dan tentang segala kekurangan pembalut pasaran—termasuk popok sekali pakai—saya menjadi gelisah dan begitu ingin mengganti popok sekali pakai dengan yang lebih baik. Seringkali merasa kasihan ketika si adik garuk-garuk karena ruam popok sekali pakai ini. Kebetulan, anak ke-3 kami pun perempuan. Semakin kuat keinginan untuk lebih perduli pada kesehatan reproduksi mereka.

Syukur Alhamdulillah, saya segera dipertemukan Allah dengan yunda Husnul Khatomah, leader baik hati saya di avail. Mau menjelaskan secara rinci segala tentang avail, termasuk khasiat&multifunsi serta bisnisnya yg kini sy jalani. Sehingga membuka fikiran saya tentang keharusan mengganti popok sekali pakai.




Akhirnya saya  menemukan solusinya, yakni dengan menggunakan clodi atau popok cuci ulang. Namun solusi bukan berarti tanpa kendala. Setelah search sana sini, ternyata clodi banyak jenisnya. Semua mengedepankan nilai plus masing-masing, jadi bingung pilih yang mana. Tapi setelah baca-baca banyak review bunda-bunda yang sudah menggunakan untuk buah hatinya, saya memutuskan untuk mencoba beberapa clodi merk lokal.

Kendala selanjutnya terletak pada harga. Satu clodi merk lokal saja berkisar dari 50rb-100rban. Apalagi clodi import, bisa mencapai harga 300rb satunya. Waw banget kan! Akan tetapi, setelah dirinci dan dibandingkan dengan perhitungan memakai popok sekali pakai, untuk jangka panjang, clodi atau popok cuci ulang jauh lebih hemat. Dan terpenting, untuk kesehatan buah hati tentunya harga menjadi no.2. Kalau ada niat baik, insyaallah diberikan jalan dan rizky dari mana saja. Amiin….

Setelah mendapatkan gaji bonus pertama dari avail, semangat untuk membeli clodi semakin tinggi. Sayangnya, uang saya hanya cukup untuk beli 2 atau 3 clodi saja, alhasil minta tambahan ke suami (maksudnya biar hemat ongkir kalau belinya sekalian banyak heee). Keputusannya, bulan ini kami akan membeli 5-6 clodi insyaallah. Untuk kedua putri tercinta kami. 

Yuk bunda, kita menjaga kesehatan kita dan buah hati kita sejak sekarang. Cegah kanker serviks sejak dini! Gunakan hanya pembalut dan pantiliner avail untuk kita, gunakan hanya popok cuci ulang bebas dioxin dan go green untuk buah hati tercinta!

0 Komentar